Aksi Putar Remix Azan di Acara Dugem, DJ Asal London Diancam Dibunuh

Jakarta, Sayangi.com- Seorang DJ (Disk Jockey) asal London, Inggris, Dax J harus berurusan dengan hukum lantaran kreatifitas musik elektronik yang ia buat telah menyinggung hati umat Islam. Tak hanya itu, Dax juga mendapat berbagai hujatan dari berbagai kalangan, parahnya ia juga mendapat ancaman pembunuhan dari segelintir orang usai memutar remix suara azan dalam dentuman musik elektronik di sebuah klub malam.

Dilansir dari The Guardian, Dax J tampil di Orbit Festival, Nabeul, Tunisia baru-baru ini.Salah satu lagu yang ditampilkan merupakan remix dari suara azan yang dianggap sakral oleh masyarakat Tunisia yang mayoritas umat Islam. Tak ayal, aksi kontroversialnya ini langsung mendapat reaksi dari berbagai kalangan termasuk pemerintah Tunisia.

“Kami tidak membolehkan penyerangan terhadap agama dan hal-hal sakral.” Itu senada dengan pernyataan Kementerian Agama Tunisia: “Menistakan opini dan prinsip agama Tunisia jelas tidak bisa diterima,” demikian pernyataan tegas Gubernur Nabeul, Mnaouar Ouertani, seperti dilansir AFP, Rabu (5/4/2017).

Tak hanya itu, El Guitone, kelab malam tempat ia bermain musik ditutup oleh pihak berwajib, pun menahan pemiliknya atas tuduhan melanggar nilai-nilai moral.

Hingga kini keberadaan Dax sulit diketahui. Sang DJ telah menutup akun Facebook dan Twitter pribadinya setelah mendapat ancaman pembunuhan. Sebelumnya Dax sudah menyampaikan permohonan maaf ke publik, dan menyatakan tidak pernah berniat menyinggung siapa-siapa.

“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf tulus saya kepada siapa pun yang tersinggung oleh musik yang saya mainkan di Orbit Festival. Tidak ada niatan saya membuat kesal atau menyinggung siapa pun,” ujar DJ kelahiran London itu.

Berikut rekaman video saat Dax J tampil di Orbit Festival, Nabeul, Tunisia