Bebani Negara, Ratusan Ribu Orang ‘Paksa’ Melania Trump Pindah ke Gedung Putih

Jakarta, Sayangi.com – Ratusan ribu orang memaksa Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump untuk pindah ke Gedung Putih atau menanggung sendiri biaya pengamanannya. Diketahui sudah lebih sari 500 ribu orang menandatangani petisi untuk Melania segera pindah ke Gedung Putih.

Hingga kini Melania dan puteranya Baron masih tinggal di Trump Tower, New York. Dan semua biaya pengamanan Melania selama tinggal terpisah dari sang suami, Presiden Donald Trump, merupakan tanggungan negara. Melania dan putranya yang berusia 11 tahun, berencana akan pindah ke Washington DC setelah tahun ajaran sekolah berakhir pada musim panas mendatang. Demikian seperti dilansir AFP, Rabu (5/4/2017).

Untuk melindungi keluarga Presiden Trump sejak pilpres 8 November 2016 hingga pada hari pelantikan 20 Januari lalu, Kepolisian menghabiskan US$ 24 juta. Dalam suratnya kepada anggota Kongres lokal pada Februari, Kepala Kepolisian Kota New York James O’Neill mengungkapkan bahwa biaya pengamanan keluarga Trump mencapai US$ 127 ribu – US$ 146 ribu (Rp 1,6 miliar – Rp 1,9 miliar) per hari untuk personel kepolisian dan US$ 4,5 juta (Rp 59,9 miliar) per tahun untuk Dinas Pemadam Kebakaran.

Sejauh ini sudah ada 514.200 orang yang menandatangani petisi pada situs Change.Org yang dimulai sejak dua pekan lalu itu telah ditandatangani. Petisi itu menyerukan agar Melania dan Barron segera pindah ke Washington DC, agar negara tidak dibebani oleh biaya pengamanan yang terlampau mahal di New York. Tujuan dari petisi itu adalah mencapai angka 1 juta penandatangan. Petisi itu rencananya akan diserahkan kepada Senator Bernie Sanders dan Senator Elizabeth Warren, yang sama-sama merupakan musuh Trump di parlemen.

“Ini mengungkapkan satu dari sekian banyak kemunafikan pemerintahan ini,” ujar Roderick Grant dari Huntington Station, New York.

“Melania tidak tinggal di Gedung Putih bukan hanya mahal, tapi juga merupakan penghinaan untuk rakyat Amerika,” tulis salah satu penandatangan petisi itu, Gary Strauss dari Madison, Wisconsin.