KPK Tetapkan Miryam Haryani Tersangka Keterangan Palsu Terkait E-KTP

Miryam S Haryani menangis saat menjadi saksi terkait kasus dugaan korupsi KTP elektronik di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (23/3)

Jakarta, Sayangi.com– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan politisi Hanura Miryam S Haryani sebagai tersangka dugaan memberi keterangan palsu dalam persidangan kasus korupsi proyek pengadaan KTP Elektronik (e-KTP) dengan terdakwa Irman dan Sugiharto.

“Tersangka diduga dengan sengaja tidak memberikan keterangan atau memberikan keterangan yang tidak benar pada sidang E-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/4).

Febri menyatakan, Miryam disangkakan dengan pasal 22 jo pasal 35 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dengan demikian, terkait kasus dugaan korupsi proyek E-KTP, KPK telah menetapkan empat tersangka, yakni Irman, Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, dan mantan anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani.

Febri mengatakan, KPK terus menelusuri keterkaitan pihak lain dalam kasus E-KTP melalui fakta-fakta di persidangan.

“KPK masih mendalami fakta persidangan yang ada dan mendalami indikasi keterlibatan (keterangan palsu) pihak lain,” kata Febri.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat menjadi saksi pada persidangan E-KTP Kamis (23/3), Miryam Haryani mencabut semua keterangannya yang tertuang dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Sambil menangis, Miryam mengatakan, ia mendapat tekanan dari penyidik KPK yang memeriksanya.

Karena mencabut keterangan dalam BAP itu, pada persidangan Kamis (30/3) lalu, Miryam dikonfrontir dengan 3 penyidik KPK yang memeriksanya, yakni Novel Baswedan, I. Susanto, dan A. Damanik.