Survei Terbaru: Persepsi Warga AS Tentang China Relatif Membaik

Presiden China Xi Jinping dan istrinya Peng Liyuan dalam acara jamuan makan di resort Mar-a-Lago milik Donald Trump di Palm Beach, Florida, Kamis (6/4) petang waktu setempat atau Jumat (7/4) WIB.

Washington, Sayangi.Com– Jajak pendapat baru Pew Research Center yang dirilis, Selasa (4/4) lalu, menunjukkan persepsi warga Amerika Serikat (AS) tentang China relatif membaik dalam beberapa tahun terakhir.

Hasil jajak pendapat ini merupakan kabar baik bagi Presiden China Xi Jinping, yang saat ini sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Florida, AS.

Menurut Pew Research Center, lembaga kajian yang berbasis di Washington D.C, 44 persen orang Amerika menilai hubungan dengan China menguntungkan, naik dari 37 persen tahun lalu dan merupakan peringkat tertinggi hubungan AS-China sejak 2011. Pada rentang tahun 2012 dan 2016, peringkat itu berkisar pada 37 sampai 38 persen.

Laporan yang menyertai hasil jajak pendapat itu menyebut bahwa pergeseran persepsi warga AS tentang China itu terjadi di tengah membaiknya penilaian ekonomi AS. Jumlah orang Amerika yang peduli tentang besarnya utang AS kepada China dan jumlah pekerjaan yang pindah ke China juga menurun secara berarti sejak 2012.

Pada tahun 2012, 78 persen orang Amerika melihat besarnya jumlah utang AS ke China sebagai masalah. Tahun 2015, warga AS yang menganggap utang negara itu ke China sebesar 1,27 triliun dolar (atau setara Rp16.000 triliun lebih) meningkat menjadi 89 persen. Tahun 2017 ini, warga AS yang menganggap utang tersebut sebagai ancaman turun menjadi 60 persen.

Tentang defisit perdagangan AS terhadap China, pada tahun 2012 ada 61 persen warga Amerika yang menganggap hal itu sebagai masalah serius. Tahun 2015, warga AS yang menganggap defisit perdagangan AS terhadap China jumlahnya menurun menjadi 52 persen (defisit kala itu berkisar 31,2 miliar dolar). Tahun 2017, hanya 44 persen warga AS yang memandang defisit perdagangan sebagai masalah serius.

Kementerian Perdagangan AS mencatat, defisit neraca perdagangan AS pada Februari 2017 adalah 43,6 miliar dolar AS atau turun 9,6 persen dibandingkan bulan Januari 2017 yang tercatat 48,2 miliar dolar AS.

Defisit perdagangan dan hilangnya lapangan pekerjaan ke China, menjadi salah satu isu utama dalam kampanye Donald Trump pada pilpres lalu, di mana ia berulang kali menuduh China merugikan lapangan pekerjaan AS dan menggunakan utang luar negeri untuk meningkatkan perekonomian sendiri.