Terjual Nyaris 1 Triliun, Berlian “The Pink Star” Pecahkan Rekor Lelang Perhiasan

Berlian The Pink Star, berlian langka termahal disunia (Foto: Reuters)

Hongkong, Sayangi.com – Sebuah berlian langka yang dikenal dengan sebutan “The Pink Star” kembali memecahkan rekor lelang tertinggi perhiasan di Shoteby, Hongkong baru-baru ini.

Berlian berwarna merah muda sebesar buah plum dengan karat 59,60 itu laku terjual dengan penawaran terakhir 71,2 juta dollar atau berkisar Rp 949 Miliar. Harga tersebut jauh melampui perkiraan yang hanya berkisar 60 juta dolar.

David Bennett, ketua divisi perhiasan Sotheby’s mengatakan berlian Pink Star merupakan hasil penambangan De Beers pada 1999 sebagai berlian kasar 132,5 karat. Butuh waktu dua tahun untuk memotong dan memolesnya. Kini berlian itu menjadi berlian yang paling berharga yang pernah dijual. “Ukuran luar biasa dari berlian 59,60 karat ini, dipadu dengan kekayaan warnanya, merupakan rekor yang melebihi apa pun dari berlian merah muda dalam sejarah,” demikian seperti dikutip Mirror, Jumat (7/4/2017).

Prosesi lelang berlangsung hanya 5 menit. Diantara 3 penawar, berlian ini akhirnya jatuh ke tangan pembuat perhiasan Chow Tai Fook.

Deputi Pimpinan Sotheby’s Asia, Quek Chin Yeow mengatakan berlian Pink Star ini merupakan berlian terbesar yang pernah diukur oleh Gemological Institute of America (GIA). “Saya pikir itu akan terjual. Berlian itu akan menciptakan rekor baru dalam lelang perhiasan. Saya pikir lelang itu akan menjadi lelang yang sangat berharga,” ujarnya seperti dilansir dari laman AFP, Jumat (7/4/2017).

Quek menambahkan, berlian berukuran 1,69 x 2,06 cm dengan berat 11,92 gram ini menjadi rebutan para miliarder China. “Pembeli Asia memecahkan rekor kategori lain untuk penjualan berlian dalam beberapa tahun terakhir,” kata Quek.

Ini bukan kali pertama Pink Star dilelang, sebelumnya pada November 2013, berlian cantik ini juga sempat memecahkan rekor setelah terjual 83 juta dolar pada lelang Sotheby di Jenewa, Swiss. Sayangnya lelang tersebut dinayatakan gagal setelah sang pembeli tidak jadi membayar sejumlah harga tersebut.