Harga Minyak Naik Pasca Serangan Rudal AS ke Suriah

Ilustrasi eksplorasi minyak bumi

Jakarta, Sayangi.Com– Harga minyak bumi naik sekitar 1 Dolar AS per barel pada perdagangan di Asia, setelah militer AS menembakkan 59 rudal towahawk ke pangkalan udara Suriah pada Kamis (6/4) malam.

Serangan rudal ini disebut oleh Presiden AS Donald Trump sebagai hukuman bagi rezim Presiden Suriah Bashar Al-Assad, yang diduga telah menggunakan senjata kimia pada serangan Selasa (4/4) lalu sehingga menewaskan 100 warga sipil.

Dikutip dari Reuters, Jumat (7/4) pagi, minyak mentah Brent melonjak sekitar US$ 1 per barel atau hampir 2% ke US$ 55,787 per barel, akibat kekhawatiran meningkatnya ketegangan di Timur Tengah pasca serangan AS.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik 0,55 dolar AS menjadi 51,70 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Pasca serangan rudal AS, harganya kembali naik menjadi US$ 52,64 per barel.

Sementara itu, Xinhua melaporkan, minyak mentah Brent Nort Sea untuk pengiriman Juni, naik 0,53 dolar AS menjadi ditutup pada 54,89 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.