Waspada, Pria Juga Bisa Terjangkit Kanker Payudara, Lho!

Pria berusia lanjut berisiko tinggi terjangkit kanker payudara (Foto: Ilst)

Jakarta, Sayangi.com – Kisah seorang pria yang berperang melawan kanker payudara dalam drama Korea “Jealousy Incarnate” rupanya bukan sekedar karangan cerita belaka. Tahukah Anda? Kanker payudara juga dapat menjangkiti pria, lho!

Dilansir dari Webmd, Jumat (7/4/2017), kendati tak sebanyak kasus pada wanita, kanker payudara juga bisa terjadi pada pria. Kanker dapat berkembang pada jaringan payudara kecil pada pria, tepatnya di belakang puting.

Pria lanjut usia antara usia 60 tahun dan 70 tahun sangat berisiko terjangkit kanker payudara. Beberapa laporan juga menyebutkan terkait peningkatan risiko kanker payudara pada pria yang bekerja dilingkungan panas seperti pabrik baja. Hal tersebut terjadi karena paparan suhu tinggi dalam jangka waktu yang lama dapat mempengaruhi testis dan hormon.

Terdapat beberapa faktor risiko lainnya, seperti faktor keturunan, pecandu alkohol, obesitas, penyakit hati yang parah (sirosis), dan riwayat paparan radiasi dada. Pria dengan gen BRCA2 juga memiliki risiko kanker payudara lebih besar. Kanker payudara pada pria juga bisa terjadi karena adanya pembesaran payudara (ginekomastia) dari hormon atau obat perawatan, atau bahkan akibat infeksi dan toksin, serta sebuah kondisi genetik langka yang disebut sindrom Klinefelter. Demikian seperti dikutip dari laman NHS.

Sama halnya pada wanita, gejala dini kanker payudara pada pria ditandai benjolan keras di salah satu payudara yang umumnya tidak terasa sakit. Benjolan biasanya terletak di bawah puting dan aerola (lingkaran bewarna gelap di sekeliling puting). Gejala dini lainnya yang harus diwaspadai, seperti kondisi puting yang masuk ke dalam (retraksi), puting menjadi keras dan iritasi, dan puting mengeluarkan cairan.

Pada stadium lanjut, gejala akan semakin parah seperti tulang terasa sakit, pembengkakan pada kelenjar getah bening, biasanya di dalam atau sekitar ketiak, nafas pendek atau sesak nafas, merasa lelah sepanjang waktu, hingga kondisi kulit gatal dan menguning.

Metode pengobatan kanker payudara yang sering digunakan antara lain radiasi, pembedahan, kemoterapi, terapi biologi, dan terapi hormon. Dalam hal terapi hormon, pria akan merespon terapi hormon jauh lebih baik daripada wanita.

Kendati penyebab kanker payudara pada pria masih belum diketahui pasti, maka cara efektif untuk mengurangi risiko terjangkit kanker payudara adalah dengan mengurangi konsumsi alkohol dan menjaga berat badan melalui kombinasi makanan yang sehat dan olahraga secara teratur.