Mahfud MD: MA Sangat Ceroboh, OSO Dkk Ngeyel

Mahfud MD / Foto: Istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD mengkritik kesalahan Mahkamah Agung yang salah ketik tentang putusan pemilihan pimpinan DPD. Sebab kesalahan ketik putusan MA menyulitkan eksekusi karena dianggap salah subyek dan obyek perkara.

Mahfud yang juga Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) mengaku sebelum berangkat umrah ke Arab Saudi, ia sempat bertemu dengan Oesman Sapta Odang (OSO). Kedatangan OSO untuk menanyakan konsekuensi hukum putusan Mahkamah Agung (MA) yang salah ketik.

“Saya bilang ‘MA sangat ceroboh’, kesalahan ketikan yang fatal bisa menyulitkan eksekusi putusan karena bisa dianggap salah subyek dan obyek perkaranya’. Subyeknya salah karena menyebut DPD dengan DPRD, obyeknya salah karena menyebut Peraturan DPR tentang Tatib sebagai UU, apalagi kemudian memerintahkan DPD mencabut UU, sangat fatal’,” ujar Mahfud kepada wartawan, Sabtu (8/4).

Meski secara subtansi MA telah melakukan perbaikan dan memberikan penjelasan tentang permohonan judical review yang dikabulkan, tetapi Mahfud menilai kalau kesalahan ketik putusan MA dapat dipersoalkan untuk teknis proseduralnya.

Mahfud juga mengaku sempat mengingatkan OSO untuk tidak bersidang, mengingat keputusan MA yang ‘rawan’ digugat. Namun OSO dan┬ábeberapa anggota DPD ‘ngeyel’ dan tetap menggelar persidangan.

“Dan ketika Pak OSO menyatakan bahwa teman-teman DPD akan tetap bersidang untuk pemilihan, saya mengatakan akan timbul problem, jika nanti Ketua MA tak mau melantik (ambil sumpah jabatan). Sebab pelantikan oleh Ketua MA merupakan perintah UU. Kepada Pak OSO yang datang bersama Nono Sampono itu saya bilang sebaiknya selesaikan dulu secara internal agar setelah sidang selesai tak ada gugatan lagi baik yuridis maupun politis” jelasnya.

“Sumber masalahnya ada di MA karena Salah ketik yang fatal dan pimpinan MA masih melantik meskipun jubirnya sudah menjelaskan kebenaran substantifnya. Situasinya sekarang jadi rumit.”