Serang Suriah, Rusia Tuding AS Langgar Hukum Internasional

Sejumlah bangunan di pangkalan udara Suriah yang rusak akibat serangan rudal AS/Foto: AFP

New York, Sayangi.com– Perwakilan Rusia di Kantor PBB, New York, pada Jumat (7/4) menuding Amerika Serikat (AS) telah melanggar hukum internasional dengan melancarkan serangan militer di Suriah.

“Amerika Serikat menyerang wilayah kedaulatan Suriah. Kami menyebut serangan itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan tindakan agresi,” kata Wakil Duta Besar Vladimir Safronkov dalam sidang Dewan Keamanan.

Dewan Keamanan mengadakan rapat darurat setelah Amerika Serikat meluncurkan rentetan serangan rudal di pangkalan udara Suriah dengan dalih sebagai balasan atas dugaan serangan kimia.

Sejumlah negara sekutu AS seperti Prancis, Inggris, dan Arab Saudi,  mengatakan respons AS “tepat”dan menimpakan kesalahan pada Presiden Suriah Bashar al-Assad yang diduga telah menggunakan senjata kimia.

Sebanyak 86 orang, termasuk sedikitnya 27 anak, tewas dalam serangan pada Selasa di Khan Sheikhun, kota yang dikuasai pemberontak di Provinsi Idlib, Suriah.

Hasil dari autopsi yang dilakukan pada korban menunjukkan paparan racun saraf sarin, menurut pejabat kesehatan Turki.

Pertemuan Dewan Keamanan diajukan oleh Bolivia, yang juga menyebut serangan AS melanggar hukum internasional.

Duta Besar Bolivia Sacha Lorenti mengatakan Amerika Serikat bertindak sebagai “penyidik, pengacara, hakim dan algojo” di Suriah.

Sumber: Antara/AFP.