DPD Diminta Segera Selesaikan Problem Internalnya

Direktur Poltracking Indonesia Hanta Yuda/Foto: Fahri Haidar

Jakarta, Sayangi.com– Direktur Poltracking Indonesia, Hanta Yuda meminta Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI segera menyelesaikan problem di internal mereka. Menurutnya, publik ingin melihat bahwa institusi ini betul-betul memperjuangkan kepentingan daerah.

“Jangan putus tali mandat dengan rakyat, bahwa anggota DPD itu dipilih langsung oleh masyarakat atau rakyat,” kata Hanta dalam diskusi bertajuk ‘DPD Kok Gitu?’ di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/4).

Setelah selesai konflik, kata Hanta, DPD harus segera fokus kepada eksistensi dan meningkatkan kinerjanya. Jika itu dilakukan, otomatis semua akan mendukung, memperjuangkan untuk memperkuat kelembagaan, memperkuat posisi dan kewenangan DPD.

“Kita jangan punya persepsi bahwa Demokrasi itu baik jika pemerintah dapat bekerja efektif karena didukung penuh oleh seluruh kekuatan di DPR, DPD dan Partai. Bukan itu, Demokrasi menginginkan adanya check and balances,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ada tiga pola hubungan antara eksekutif danlegislatif, yakni efektif, konfrontatif dan kolutif.

“Kita tidak mau yang konfrontatif, kapan pemerintah untuk memperjuangkan kepentingan rakyat kalau kemudian sedikit-sedikit berantem, asal beda saja dengan pemerintah, karena DPR dikuasai oleh orang di luar pemerintahan,” tuturnya.

Pun sebaliknya, lanjut dia, rakyat tidak menginginkan yang kolutif, yakni semua harus mengikuti pemerintah. Menurutnya, demokrasi serti itu tidak sehat meskipun menyenangkan yang sedang berkuasa. Jadi, yang dibutuhkan adalah hubungan yang efektif.

“Kita butuh parlemen, DPR dan DPD yang keras kepada pemerintah saat kebijakannya tidak pro kepada kepentingan rakyat. Tapi ketika pemerintah pro rakyat, menegakkan konstitusi, maka semua yang ada di DPD dan DPR harus mendukung. Jadi kuncinya, bukan di luar atau di dalam pemerintahan, bukan kekuatan pendukung penguasa atau tidak, tapi berpegang pada konstitusi kita bersama dan kepentingan rakyat Indonesia,” kata Hanta.

Apa DPD Ada?

Dalam kesempatan yang sama, Peniliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus mengatakan bahwa selama ini banyak orang mempertanyakan ada apa dengan DPD. Namun sejatinya, yang seharusnya ditanyakan adalah apa ada DPD atau apakah DPD ada?

Lucius Karus (tengah)/Foto: Fahri Haidar

Lucius menilai, DPD selama ini tidak merepresentasikan kepentingan daerah, tapi terkesan hanya mementingkan tujuan politik masing-masing anggota yang sebagian besar sudah menjadi bagian dari partai politik. DPD ini jalurnya perseorangan tetapi hampir 70 anggotanya merupakan kader parpol

“Kepentingan politik itu yang membuat DPD terus ricuh, seperti nampak pada rapat paripurna lalu,” kata Lucius.