Anggota DPD Sofyat Hadi Sebut Pelantikan OSO Tidak Sah

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sofwat Hadi/Foto: Fahri Haidar

Jakarta, Sayangi.com– Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sofwat Hadi menyatakan bahwa saat ini jabatan Pimpinan DPD masih di tangan Gusti Kanjeng Ratu Hemas dan Farouk Muhammad. Ia menilai, rapat paripurna pemilihan pimpinan dan pelantikan Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua DPD adalah illegal atau tidak sah.

“Kemarin ada pelantikan, ini dasarnya apa? Paripurna itu illegal karena Tatib DPD yang mengatur masa jabatan pimpinan 2,5 tahun sudah dicabut oleh MA. Itu berarti, pimpinan masih dijabat Pak Farouk dan Ibu Hemas,” kata Sofwat dalam diskusi bertajuk ‘DPD Kok Gitu’ di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/4).

Senator asal Kalimantan Selatan itu juga mengatakan, pemberlakuan masa jabatan pimpinan DPD selama 2,5 tahun dinilai melanggar undang-undang.

“2,5 tahun ini melanggar Undang-Undang, kita ini rezim pemilu, lurah aja jabatannya 6 tahun,” ujarnya.

Seperti diketahui, Oesman Sapta Odang akhirnya dilantik menjadi Ketua Dewan Perwakilan Daerah dalam sidang paripurna DPD RI di Senayan Jakarta, Selasa (4/4) malam.

Sebelumnya terjadi pro-kontra atas terpilihanya Oesman Sapta Odang dan Nono Sampono serta Damayanti Lubis sebagai ketua dan wakil ketua DPD karena adanya keputusan MA yang membatallan masa jabatan pimpinan DPD selama 2,5 tahun.

Pelantikan pimpinan baru DPD RI tersebut berdasarkan keputusan DPD RI untuk masa jabatan periode Maret 2017 sampai dengan September 2019. Pelantikan pimpinan DPD RI tersebut dipandu oleh wakil ketua MA, padahal MA sebelumnya sudah membatalkan Tatib DPD yang mengatur masa jabatan DPD 2,5 tahun.