Bermain Dalam Kondisi Terguncang, Dortmund Kalah 2-3 Dari Monaco

Bek Borussia Dortmund, Sven Bender (kiri), mencetak gol bunuh diri pada pertandingan lawan AS Monaco di Signal Iduna Park, Rabu (12/4) atau Kamis waktu Indonesia/Foto: AFP

Dortmund, Sayangi.Com– Borussia Dortmund kalah dengan skor 2-3 saat menjamu klub Prancis, AS Monaco, pada pertandingan leg pertama perempatfinal Liga Champions di Stadion Signal Iduna Park, Dortmund, pada Rabu (12/4) malam atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

Pertandingan ini semestinya berlangsung Selasa malam, namun ditunda satu hari menyusul ledakan bom di dekat bus yang mengantar kesebelasan Borussia Dortmund saat menuju stadion. Ledakan bom ini menyebabkan pemain bertahan Dortmund Marc Bartra cedera dan tidak dapat bermain pada laga perempat final melawan Monaco.

Bermain sebagai tim tamu, Monaco tampil menekan dan mendapat hadiah penalti di menit ke-16 menyusul pelanggaran Sokratis Papastathopoulos kepada bintang muda AS Monaco Kylian Mbappe. Tapi eksekusi yang dilakukan Fabinho tidak berbuah gol karena melenceng dari tiang gawang Dortmund.

Kekecewaan kubu Monaco tak berlangsung lama, karena Kylian Mbappe berhasil mencetak gol di menit ke-19 melalui sebuah skema serangan balik.

Monaco bahkan menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0 setelah pemain Dortmund, Sven Bender, melakukan gol bunuh diri pada menit ke-35 akibat salah mengantisipasi umpan silang pemain rekannya.

Pada awal babak kedua Dortmund memasukan Christian Pulisic dan Nuri Sahin menggantikan Bender dan Schmelzer. Pada menit ke-57, Dortmund berhasil memperkecil ketinggalan menjadi 1-2 lewat gol Ousmane Dembele dari umpan Shinji Kagawa.

Namun, Kylian Mbappe kembali menjebol gawang Dortmund yang dijaga kiper Roman Burki pada menit 79, memanfaatkan kesalahan passing pemain Dortmund.

Shinji Kagawa memperkecil ketinggalan Dortmund menjadi 2-3 pada menit 84 setelah bekerja sama dengan Nuri Sahin. Skor ini tidak berubah hingga waktu babak kedua berakhir.

Pelatih Dortmund Kecam UEFA

Pelatih Dortmund Thomas Tuchel mengecam UEFA karena tidak memberikan banyak waktu kepada Dortmund yang terpaksa menggelar pertandingan hanya berselang 24 jam setelah insiden ledakan terjadi.

“Kami tidak pernah ditanya, kami diberitahu melalui pesan teks bahwa UEFA membuat keputusan di Swiss. Itu terasa jahat,” kata Tuchel, pada konferensi pers, seusai pertandingan, seperti dikutip ESPN, Kamis (13/4) pagi.

“Beberapa menit setelah serangan, satu-satunya pertanyaan adalah apakah permainan bisa dilakukan atau tidak. Kami diperlakukan seolah-olah hanya kaleng bir yang dilemparkan ke bus,” keluh Tuchel.

Ia menambahkan: “Kami berada di luar bus, Marc (Barta) dilarikan dengan ambulans, dan kami diberitahu tentang keputusan. Itu tidak memberikan perasaan yang baik.”

Tuchel menjelaskan, Dortmund terpaksa menunjuk para pemain yang paling siap untuk bermain dan tidak bisa menyusun skuat terbaik pada pertandingan itu.

Gelandang Dortmund Nuri Sahin mengatakan kepada televisi Norwegia bahwa para pemain dalam kondisi yang sulit.

“Sulit untuk menemukan kata yang tepat. Saya merinding … ketika Anda berada di bus tadi malam … Saya tidak bisa melupakan wajah para pemain.”