Kapolri: Agar Mendapat Public Trust, Polisi Harus Profesional dan Tidak Arogan

Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian

Gorontalo, Sayangi.Com– Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian mengingatkan jajaran kepolisian agar terus mereformasi diri dengan meningkatkan profesionalisme, tidak bersikap arogan dan menjauhkan diri dari perbuatan tercela.

Selain itu, kata Kapolri, polisi juga harus bisa menyatu dengan rakyat agar memperoleh kepercayaan (public trust) dan dukungan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat (kamtibmas).

“Harus mendekat ke semua lapisan masyarakat, terutama dengan tokoh agama, jajaran pemerintah daerah, kalangan kampus, Ormas, dan kelompok strategis lainnya. Buat program bersama untuk menjaga kamtibmas,” kata Tito Karnavian, saat memberikan pengarahan pada jajaran Polisi Daerah (Polda) Gorontalo, di Mapolda Gorontalo, Kamis (13/4).

Kapolri tiba Gorontalo Kamis pagi, setelah Rabu (12/4) kemarin melakukan kunjungan kerja di Makassar. Dalam kunjungan kerja ke Makassar dan Gorontalo ini, Kapolri antara lain didampingi Kepala Lemdiklat Komjen Moechgiyarto dan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar.

Kapolri Tito Karnavian disambut jajaran Polda dan Pemprov Gorontalo saat tiba di Bandara Gorontalo, Kamis (13/4) pagi.

Untuk bisa mendapatkan public trust, Kapolri menekankan, jajaran kepolisian perlu meningkatkan kualitas layanan publik yang tidak koruptif. Penegakan hukum juga harus dilakukan secara profesional, antara lain dengan membuat sistem yang dapat mengawasi proses penyelidikan dan penyidikan.

Menurut Tito, konflik sosial adalah prioritas utama yang harus bisa dicegah dan diatasi jajaran kepolisian melalui langkah-langkah preventif dan pro aktif.

Sebagai bagian dari langkah preventif dan pro aktif itu, ia berharap Polda Gorontalo menjalin kerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk melahirkan peraturan daerah yang mewajibkan pemasangan CCTV di tempat-tempat strategis untuk memonitor situasi keamanan secara rutin.