Referendum Turki Dimenangkan Kubu Pro Amandemen, Erdogan Makin Kuat

Presiden Erdogan memberikan suara di Istanbul didampingi istri dan dua cucunya/Foto: EPA.

Istanbul, Sayangi.Com– Pendukung “Ya” untuk amandemen konstitusi menang tipis dalam referendum Turki, setelah 99% suara dihitung pada Minggu (16/4) malam waktu Istanbul, dan hasilnya 51,3% untuk “Ya” dan 46,7% untuk “Tidak”. Demikian dikutip dari Reuters.

Referendum berlangsung pada Minggu pagi sekitar jam 07.00 hingga pukul 17.00 waktu setempat, dan diikuti oleh 55 juta warga Turki yang memiliki hak pilih dan tersebar di 167.000 tempat pemungutan suara (TPS). Warga Turki yang tinggal di luar negeri sudah lebih dulu memberikan suara.

Suara “Ya” untuk perubahan konstitusi akan menghapus sistem demokrasi parlementer Turki menjadi sistem presidensial yang membuat presiden menjadi lebih berkuasa, punya wewenang untuk mencampuri yudikatif, dan menetapkan negara dalam keadaan darurat atau tidak.

Amandemen konstitusi baru akan menghapus jabatan perdana menteri yang saat ini dipegang oleh Binali Yildirim, dan merupakan perubahan paling radikal dalam sejarah modern Turki.

Para pendukung Presiden Recep Tayyip Erdogan bergembira menyambut hasil referendum itu dengan mengatakan bahwa pergantian sistem parlementer menjadi sistem presidensial akan memodernkan negara Turki.

Tayyip Erdogan menyatakan referendum Turki berlangsung bebas dari kecurangan dan mencerminkan apa yang menjadi kehendak rakyat.

Para pendukung Presiden Erdogan merayakan kemenangan di kantor pusat Partai AK di Istanbul/Foto: Reuters

Partai Republik Rakyat (CHP) yang beroposisi kepada pemerintah menentang hasil referendum yang diumumkan oleh komisi pemilihan umum negara tersebut, dan menuntut penghitungan ulang atas sekitar 60% suara.

“Kami akan mengajukan gugatan hukum. Jika kecurangan tidak diatasi, maka akan menimbulkan masalah legitimasi yang serius,” kata wakil ketua CHP Bulent Tezcan seperti dikutip Reuters.