Sempat Terjadi Kericuhan Usai Pembacaan Tuntutan Ahok

Massa sempat ricuh usai pembacaan sidang Ahok yang dinilai terlalu ringan. (Foto: Sayangi.com/Fahri)
Massa sempat ricuh usai pembacaan sidang Ahok yang dinilai terlalu ringan, Kamis (20/5). (Foto: Sayangi.com/Fahri)

Jakarta, Sayangi.com – Jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus dugaan penistaan agama menuntut terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok 1 tahun penjara dengan masa percobaan hukuman 2 tahun.

Menanggapi pembacaan tuntutan oleh JPU, massa yang mengawal sidang di Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, yang menuntut Ahok dihukum seberat-beratnya mengaku kecewa, bahkan sempat terjadi kericuhan. Massa terlihat menggoyang-goyang kawat berduri yang membatasi antara mereka dengan polisi.

“Masa sih seorang penista agama tuntutannya begitu ringan. Mereka pikir karena si penista kalah di pilkada kita berhenti. Kita tetap menuntut penista agama dihukum berat. Takbir….!” tegas Ustad Hasri Sorimunda Harahap di atas mobil Komando di depan Kementan, Kamis (20/4).

Massa pun bertakbir sambil menggoyangkan kawat berduri. Aparat pun langsung siap siaga untuk mengamankan. Namun, Ustad Hasri menenangkan massa, agar tidak terprovokasi.

“Sabar saudara-saudara, kita jangan terprovokasi. Kita tunjukkan umat Islam itu solid. Kita tunggu komando selanjutnya. Yang pasti kita tidak terima dengan tuntutan jaksa. Siap bertahan?” ujarnya.

Dengan sigap massa menjawab “siap!”.

Seperti diketahui, JPU menuntut Ahok 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun. Jadi,  jika dalam 2 tahun Ahok tidak melakukan tindak pidana, maka dia tidak dipenjara.