Ahok Kalah, Lulung Tak Jadi Potong Kuping, Malah Potong 3 Ekor Sapi

Lulung memotong sendiri ketiga ekor sapi tersebut di Posko Jalan Fachrudin Jakarta Pusat, Sabtu (22/4). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk syukur atas kemenangan Anies-Sandi pada Pilgub DKI Jakarta.
Lulung memotong sendiri ketiga ekor sapi tersebut di Posko Jalan Fachrudin Jakarta Pusat, Sabtu (22/4). Kegiatan itu dilaksanakan sebagai bentuk syukur atas kemenangan Anies-Sandi pada Pilgub DKI Jakarta.

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau yang akrab dipanggil Haji Lulung merayakan kemenangan Anies-Sandi dengan memotong tiga ekor sapi di Jakarta, Sabtu (22/4).

Sebelumnya, Lulung sesumbar bahwa Ahok tidak akan menang di Pilkada DKI Jakarta. Hal itu dia ungkapkan karena merasa yakin mayoritas warga DKI Jakarta tidak mau dipimpin Ahok dengan berbagai alasan. Lulung bahkan menyatakan siap potong kuping dan hidung jika Ahok menang.

Keyakinan Lulung terbukti, Ahok dinyatkan kalah dalam hasil hitung cepat dan real count KPUD DKI Jakarta. Itulah mengapa Lulung tidak jadi potong kuping dan pagi ini dia merayakan kemenanga Anies-Sandi dengan memotong sapi.

“Saya punya nazar, kalau Anies menang, potong sapi,” kata Lulung di Poskonya di Jalan Fachrudin, Tanah Abang, Jakarta Pusat , Sabtu (22/4/2017).

Menurut Lulung, secara pribadi ia menyumbang satu ekor sapi untuk dipotong. Sedangkan dua sapi lainnya adalah hasil dari sumbangan masyarakat.

Tiga ekor sapi tersebut dipotong sendiri oleh Lulung. Sedangkan dagingnya dibagikan kepada masyarakat sekitar posko Haji Lulung di Jalan Fachrudin, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Selain itu daging sapi juga akan dibagikan ke tim sukses Anies-Sandiaga dan para yatim.

Kemengangan Anies-Sandi menurut Lulung merupakan jawaban Allah dari usaha dan doa para pendukung. Ia berharap pasangan terpilih itu mampu menjalin komunikasi dengan masyarakat dan legislatif dalam menjalankan program kerja. Selain itu Lulung juga mengajak semua pihak bersatu kembali pasca kerasnya persaingan pilkada.

“Kerasnya masa kampanye pilkada DKI Jakarta kemarin harus sudah dilupakan. Sekarang saatnya membangun kebersamaan untuk Jakarta,” kata Lulung.