Tombol BISA Polresta Sukabumi Masuk Top 99 Kompetisi KemenPAN-RB

Kapolres Kota Sukabumi AKBP Rustam Mansur /Foto: istimewa

Jakarta, Sayangi.Com– Aplikasi panic button Polres Kota Sukabumi yang diberi nama Tombol BISA (Briliant Inovatif, Speed, and Accountable) masuk Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2017 yang diadakan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Instansi yang masuk Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2017 ini berasal dari 20 kementerian, 3 lembaga setingkat kementerian, 21 provinsi, 34 kabupaten, 15 kota, 2 BUMN, dan 2 BUMD. Selanjutnya, ke-99 nominator akan mengikuti proses wawancara dan presentasi di kantor KemenPAN-RB, Jakarta, mulai Selasa (25/4), untuk diseleksi menjadi 40 besar.

Saat dihubungi Sayangi.Com, Senin (24/4) siang, Kapolres Kota Sukabumi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Rustam Mansur merasa bersyukur Tombol BISA Polresta Sukabumi masuk dalam top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2017 yang diselenggarakan KemenPAN-RB. Dari jajaran kepolisian, hanya ada dua Polres yang masuk 99 nominator, yakni Polres Brebes dan Polres Sukabumi Kota.

“Alhamdulillah, ini kehormatan bagi seluruh jajaran Polresta Sukabumi. Kami sudah terima suratnya dari KemenPAN-RB untuk mengikuti proses seleksi tahap selanjutnya,” kata Rustam Mansur, sambil meminta doa dari warga Kota Sukabumi agar bisa masuk 40 besar se-Indonesia.

Reaksi Cepat Berbasis Aplikasi Online

Aplikasi tombol BISA pertama kali diluncurkan (launching) oleh Polresta Sukabumi pada akhir September 2016, sebagai salah satu program unggulan dalam rangka melaksanakan program kerja 100 hari Kapolri Tito Karnavian “Promoter” (profesional, modern, terpercaya).

Menurut Rustam, aplikasi ini merupakan program terobosan unit reaksi cepat (quick response) dalam menangani gangguan keamanan di masyarakat. Jika masyarakat melihat atau mengalami tindakan kejahatan, tinggal tekan tombol yang terhubung secara digital ke petugas yang berjaga 24 jam, dan akan menindaklanjuti secara cepat dan tepat.

 

Pada tahap awal, kata Rustam, tombol ini dipasang di sejumlah obyek vital seperti perbankan, kantor pemerintah, pabrik, pusat perbelanjaan, dan tempat wisata. Selanjutnya, pemasangan tombol dilakukan ke tingkat RT/RW, dan sekarang bisa diunduh oleh warga Kota Sukabumi ke smartphone atau handphone.

“Tombol ini sederhana, bisa disimpan di bawah meja, kalung dan handphone android. Jika tombol ditekan, sirine yang ada di Mapolres Kota Sukabumi akan berbunyi terus dan baru berhenti setelah ada petugas polisi yang mendatangi lokasi pelapor,” kata Rustam.

Rustam menyebut ada beberapa kasus kejahatan yang bisa cepat diatasi berkat Tombol BISA. Antara lain kasus percobaan perampokan terhadap mobil pembawa uang sejumlah miliaran rupiah.  Kasus terakhir sebuah pabrik sepatu ekspor yang terbakar mampu dengan cepat diantisipasi sehingga tidak merembet ke sekitarnya. Itu terjadi karena staf keamanan pabrik menekan tombol BISA saat api menyala, dan kepolisian langsung berkoordinasi dengan pemadam kebakaran untuk memadamkan api.