Langgar Privasi, Boss Apple Ancam Uber Hengkang dari App Store

Aplikasi Uber (Foto: Mirror)

California, Sayangi.com – Aplikasi Uber terancam hengkang dari App Store lantaran sebuah fitur tersembunyi milik aplikasi Uber. Fitur tersebut memungkinkan Uber untuk mengidentifikasi dan menandai anggota Uber mana yang menggunakan iPhone, bahkan setelah sang pengguna menghapus aplikasinya. Hal tersebut diketahui CEO Apple Tim Cook setelah melakukan pelacakan invasif. Demikian seperti dilansir Independent, Selasa (25/4/2017)

Dalam pertemuannya dengan CEO Uber Travis Kalanick di markas besar Apple, CEO Apple Tim Cook mengungkapkan pihaknya tidak menyetujui fitur tersebut karena melanggar peraturan anti-penipuan milik Apple. Tim Cook mengancam akan menghapus Uber dari App Store jika fitur tersebut tidak segera dihilangkan.

“Saya mendengar Anda telah melanggar beberapa peraturan kami,” ujar Tim Cook kepada Travis, demikian seperti dilaporkan New York Times.

Pelacakan tersebut menemukan sebuah alat yang memungkinkan Uber untuk menandai penggunanya, bahkan ketika aplikasi dihapus dan terpasang lagi, Uber dapat melacaknya. Dengan menggunakan proses yang disebut “sidik jari”, Uber bisa mengidentifikasi iPhone yang mengunduh aplikasi Uber, bahkan saat memorinya sudah dihapus.

Uber mengklaim bahwa alat tersebut diperlukan untuk mencegah kecurangan. Perusahaan Uber mengatakan bahwa hal itu perlu dilakukan agar dapat memastikan jika ponsel ditandai karena aktivitasnya tidak benar, pengguna tidak dapat menghapus aplikasi tersebut dan memulai lagi dari awal.Namun hal tersebut bertentangan dengan undang-undang privasi Apple.

Menghadapi kemungkinan kehilangan akses dari jutaan pengguna iPhone di seluruh dunia, Kalanick akhirnya sepakat untuk menghentikan fiture peacakan tersebut. Pihak Uber mengatakan telah mengubah fitur terkait sehingga sesuai dengan peraturan Apple.

“Kami benar-benar tidak melacak pengguna individual atau lokasi mereka jika mereka telah menghapus aplikasi ini,” kata juru bicara Uber.

“Teknik serupa juga digunakan untuk mendeteksi dan memblokir login yang mencurigakan untuk melindungi akun pengguna kami. Mampu mengenali akun jahat yang diketahui ketika mereka mencoba kembali ke jaringan kami merupakan langkah keamanan yang penting bagi Uber dan pengguna kami,” imbuhnya.