Jumat Pagi, Kapolri Akan Luncurkan Aplikasi “Polisi Wong Kito” Polda Sumsel

Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto /Foto: Tribratanews

Palembang, Sayangi.Com– Bertempat di Mapolda Sumsel, Palembang, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian pada Jumat (28/4) pagi, dijadwalkan akan meluncurkan (launching) secara resmi aplikasi layanan publik berbasis IT yang diberi nama “Polisi Wong Kito”.

Aplikasi ini akan menjadi program unggulan Polda Sumsel dalam melakukan pelayanan publik, sebagai penjabaran program Kapolri tentang kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya (promoter).

Dalam percakapan dengan Sayangi.Com, Rabu (26/4), Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Agung Budi Maryoto mengatakan, aplikasi Polisi Wong Kito akan di-launching oleh Kapolri bersamaan dengan apel kesiapan satuan Karhutla (kebakaran hutan dan ladang) di jajaran Polda Sumsel yang dalam pelaksanaan tugasnya juga akan memanfaatkan teknologi informasi (IT).

“Aplikasi Polisi Wong Kito saat ini sudah disosialisasikan oleh seluruh jajaran Polres. Sistem, perangkat, dan SDM sudah siap. Begitu launching pada Jumat lusa, Kapolri bisa mengecek kesiapannya di seluruh Polres,” kata Irjen Agung Budi Maryoto.

Menurut Agung, aplikasi Polisi Wong Kito bisa dengan mudah diunduh ke semua HP android melalui Playstore. Di dalam aplikasi ini ada 11 fitur layanan publik seperti tombol darurat atau panic button, informasi lalu lintas, pengurusan SKCK secara online, cek pajak kendaraan online, informasi arus lalu lintas, laporan masyarakat tentang kemacetan dan lakalantas, serta perkembangan penyidikan kasus yang dilaporkan kepada Kepolisian.

Warga yang sudah mengunduh aplikasi ini bisa login dengan mengisi identitas atau keterangan yang diminta, langsung akan mengetahui petugas Babin kamtibmas di desa masing-masing serta berinteraksi 2 arah (chating, telp, sms). Tombol darurat atau panic button juga dibangun dengan melibatkan peran serta masyarakat di radius 100 Meter untuk menolong korban sebelum polisi mendatangi TKP.

“Ini satu aplikasi dengan multi fungsi. Warga masyarakat yang sudah mengunduh aplikasi ini di handphone-nya tinggal tekan tombol pada 11 fitur yang tersedia, akan langsung terhubung ke semua server yang ada di setiap Mapolres di jajaran Polda Sumsel,” kata Agung.

Agung menjelaskan, aplikasi ini sengaja diberi nama “Polisi Wong Kito” sesuai dengan kearifan lokal, untuk menegaskan ke masyarakat bahwa semua anggota polisi adalah orang kita sendiri.

Aplikasi Polisi Wong Kito bisa diunduh ke HP Android melalui Playstore

Berikut ini penjelasan tentang 11 fitur yang ada dalam aplikasi Polisi Wong Kito:

1. ANTRIAN online, pelayanan samsat agar masyarakat tidak perlu mengantri di kantor-kantor pelayanan serta dapat memilih waktu yang diinginkan.

2. Lalu Lintas, berisikan informasi Lalu Lintas, Sistem Informasi Administrasi Pajak Online (SIAPO), SIM Masuk Desa (SIMMADE), Arus Lalu Lintas dan lain-lain.

3. SKCK ONLINE, yakni pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) secara online untuk permohonan SKCK, perpanjangan SKCK, Prosedur dan pelayanan SKCK serta Biaya SKCK.

4. KELUHAN PELAYANAN, terhadap Pelayanan Polri secara online, selanjutnya Propam dapat memonitor perkembangan penyelidikan pengaduan.

5. INFO SDM berisi informasi penerimaan atau rekrutmen anggota Polri.

6. BINMAS, berisikan info pembinaan masyarakat, laporan kamtibmas dan pendaftaran petugas Babinkamtibmas.

7. BERITA, berisi informasi dan berita Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dan seluruh jajaran Polres.

8.TEMPAT PENTING, berisikan layanan Kepolisian yang terkoneksikan dengan Google Maps.

9.SP2HP, agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan penyidikan kasus yang dilaporkan kepada Kepolisian.

10.DARURAT, masyarakat yang membutuhkan kehadiran Polisi dengan segera dapat melakukan panggilan darurat dengan menekan tombol darurat atau panic button.

11. LAPORAN MASYARAKAT, Dengan memilih “Laporan Masyarakat” setiap pengguna aplikasi Polisi Wong Kito dapat melaporkan semua kejadian yang ditemukan langsung ataupun dialami sendiri. Masyarakat dapat melaporkan setiap kejadian kriminalitas, penyalahgunaan narkoba serta tindak pidana lainnya.