Cina Luncurkan Kapal Induk Pertama Buatan Dalam Negeri

Peluncuran kapal induk buatan dalam negeri China di pelabuhan Dailan, Rabu (26/4), dilaporkan media milik pemerintah China /Foto: reuters

Beijing, Sayangi.Com– China, Rabu (26/4) hari ini, meluncurkan kapal induk pertama buatan dalam negeri yang oleh pengamat dinilai sebagai sinyal terbaru tentang peningkatan kekuatan militer China di tengah situasi tegang antara Korea Utara dan Amerika Serikat,

Kapal induk yang tidak disebutkan namanya itu diluncurkan di Dalian, pelabuhan di timur laut China, yang merupakan industri tempat pembuatan kapal-kapal angkatan perang China. Laporan-laporan sebelumnya menyebutkan kapal induk ini baru akan dioperasikan pada 2020.

Selama ini Cina hanya mempunyai satu kapal induk yang beroperasi, bernama Liaoning, yang dibeli dari Ukraina dan telah dimodifikasi.

Peluncuran kapal induk tersebut menunjukkan desain dan konstruksi kapal induk dalam negeri telah mencapai hasil memuaskan selangkah demi selangkah, demikian dilaporkan kantor berita Xinhua.

Televisi milik negara menayangkan kapal induk yang dek peluncurannya dipasangi bendera merah, didorong oleh kapal tunda ke tempat belabuh.

Fan Changlong, wakil ketua Komisi Militer Pusat China yang berkuasa, memimpin upacara peluncuran tersebut di mana sebotol sampanye dipecahkan di bagian haluan.

Peluncuran tersebut mengikuti perayaan ulang tahun Angkatan Laut China dan terjadi di tengah ketegangan baru antara Korea Utara dan Amerika Serikat mengenai program nuklir dan rudal Pyongyang.

Otoritas militer China mengatakan bahwa rancangan kapal induk tersebut mengacu pada pengalaman dari kapal induk pertama di negara itu, Liaoning, yang dibeli dari Ukraina pada tahun 1998 dan diperbaiki di China.


Kapal induk China Liaoning buatan Ukrania yang selama ini mendukung angkatan laut negara itu /Foto: getty images

Kapal induk China terbaru yang bertenaga konvensional itu memiliki bobot 50.000 ton dan dapat mengoperasikan jet tempur Shenyang J-15 milik China.

Angkatan Laut China telah mengambil peran yang semakin menonjol dalam beberapa bulan terakhir, kapal induk pertamanya berlayar mengelilingi Taiwan dan kapal-kapal perang China baru berlayar ke tempat-tempat yang jauh.

China selama ini mengklaim hampir semua wilayah Laut China Selatan yang diyakini memiliki deposit minyak dan gas besar, dan dilalui perdagangan lintas laut seninlai sekitar lima triliun dolar amerika setiap tahun.

China juga telah membangun fasilitas militer seperti landasan pacu di pulau-pulau yang dikuasainya di wilayah tersebut.

Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam juga memiliki klaim penguasaan di Laut China Selatan.

Taiwan yang berdiri sendiri, yang diklaim oleh Beijing sebagai bagian negaranya, mengatakan bahwa China sebenarnya membangun dua kapal induk baru namun China belum secara resmi mengkonfirmasi keberadaan kapal induk lain.

Media pemerintah China telah mengutip para ahli yang mengatakan bahwa negara tersebut membutuhkan setidaknya enam kapal induk, dan sebuah jaringan markas di seluruh dunia untuk mendukung operasi mereka meski pun pemerintah menampik indikasi bahwa mereka menginginkan kehadiran militer secara global untuk menyaingi Amerika Serikat.

Liaoning telah ambil bagian dalam latihan militer, termasuk di Laut China Selatan dan baru-baru ini di dekat Taiwan, namun diperkirakan lebih berfungsi sebagai kapal latihan dari pada memiliki peran sebagai gugus tempur.

Secara umum, Angkatan Laut China masih tertinggal jauh dari Amerika Serikat yang mengoperasikan 10 kapal induk.