Roy Suryo: Hak Angket Terlalu Jauh Kalau Hanya Untuk Rekaman Miryam

Roy Suryo menjawab pertanyaan wartawan di Gedung DPR Jakarta, Rabu (26/4) /Foto: Fahri Haidar

Jakarta, Sayangi.com– Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan, rekaman Miryam S Haryani saat diperiksa KPK  sebenarnya bisa dibuka untuk pihak yang berkompeten yakni komisi III DPR secara tertutup, sepanjang hal itu masih ada.

Ia mempertanyakan, jika ada yang keberatan rekaman itu dibuka. Namun, Roy menyatakan, DPR terlalu jauh jika untuk membuka rekaman Miryam sampai menggunakan hak angket.

“Hak angket itu terlalu jauh. Menurut saya, komisi III sebenarnya cukup memanggil dan mempertanyakan saja,” kata Roy di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/4).

Roy mengungkapkan, hal yang sama pernah terjadi pada Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang diduga disadap dan dinyatakan ada rekamannya saat diungkapkan dalam sidang penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Waktu itu digulirkan wacana angket, ternyata bisa diselesaikan dengan cara komisi I memanggil BIN dan mempertanyakan,” kata Roy, yang kini duduk di Komisi VI DPR.

“Di komisi III waktu itu juga sama, saat rapat dengan Kapolri masalahnya ditanyakan dan selesai,” katanya.

Menurutnya, ada cara yang cepat dan praktis dibandingkan dengan angket yang lebih panjang dan ranahnya terlalu politis.

“Kasus Miryam ini kan hanya sebagian kecil dari rangkaian besar kasus e-KTP. Yang dipertanyakan rekaman Miryam di KPK, tinggal dibuka, kecuali ini kasus besarnya,” tuturnya.

Roy menyatakan, kita masih memerlukan KPK untuk penertiban segala hal yang berhubungan dengan musuh besar republik ini, yakni korupsi.