DPR Sahkan RUU Batas Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia – Filipina

Rapat paripurna DPR ke-22, di Gedung DPR, Senayan, Kamis (27/4) /Foto: Fahri Haidar

Jakarta, Sayangi.com– Rapat Paripurna DPR, Kamis (27/4), mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang pengesahan persetujuan antara pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah Republik Filipina mengenai penetapan batas Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) 2014.

Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR Fadli Zon ini dihadiri 302 anggota atau separuh lebih dari total 559 anggota DPR RI.

“Apakah RUU tentang pengesahan persetujuan antara pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah Republik Filipina mengenai penetapan batas Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) 2014 dapat disetujui?,” tanya Fadli Zon.

Seluruh anggota dewan yang hadir menjawab “Setujuuu…!”

Fadli Zon lalu mengetok palu sebagai pertanda DPR telah mengesahkan RUU tersebut menjadi UU.

“Kami nyatakan sah untuk dijadikan Undang-Undang,” kata Fadli.

Persetujuan antara Indonesia dan Filipina mengatur batas ZEE titik 1 hingga 8 berdasarkan koordinat geografis berdasarkan world geodetic system of 1984.

Penetapan batas ZEE ini dimaksudkan untuk memberi kejelasan dan kepastian batas wilayah antara Indonesia dan Filipina, memperkuat upaya menjaga kedaulatan negara, memberikan manfaat ekonomi, serta mempererat hubungan bilateral Indonesia-Filipina.