Buni Yani: Buzzer Gak Berhenti Meneror, Istri Saya Sampai Takut

Buni Yani menerima simbol pemberian sumbangan untuk keadilan dari masyarakat (Foto: Fahri/ Sayangi.com)

Jakarta, Sayangi.com – Pengunggah video penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu, Buni Yani, mengaku kerap kali mendapatkan teror, terutama dalam enam bulan terakhir. Teror tersebut banyak dilakukan buzzer atau akun di Twitter yang memiliki jumlah pengikut besar.

Kendati buzzer bergerak di media sosial, Buni mengaku teror yang menimpa dirinya tidak hanya berasal dari dunia maya. Selama enam bulan terakhir sejak kasus dugaaan penistaan agama mencuat, teror tersebut tersebut juga kerap terjadi di dunia nyata, sehingga membuat keluarganya takut.

“Saya tidak percaya hidup saya seperi ini. Buzzer gak berhenti meneror saya, memfitnah saya bahkan sekarang sering ada mobil yang berhenti di depan rumah saya yang membuat istri saya takut,” kata Buni dalam diskusi bertajuk ‘Dukung Majelis Hakim Jatuhkan Vonis 5 Tahun Penjara untuk Ahok’ di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/4).

Tak hanya itu, Buni mengaku kalau kariernya sebagi oengajar di salah satu universitas swasta di Jakarta menjadi terhenti akibat kasus ini. Begitupun penelitiannya ke luar negeri terpaksa dihentikan setelah dirinya dilaporkan ke polisi

“Sudah enam bulan saya tidak bekerja disuruh mengundurkan diri setelah dilaporkan polisi. Penelitian saya distop,” lanjutnya.

Buni juga mengklaim dirinya sangat sakit lantaran ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Saya sangat sakit dibeginikan. Saya sudah dibeginikan, kita harus lawan,” ungkapnya.

Dia merasa tidak terima lantaran dijerat melanggar pasal UU ITE. Mengingat, sebagai seorang dosen ketika itu, tidak mungkin dia mengajarkan kebencian ke masyarakat luas.

“Saya merasa dizalimi. Pertama, dilaporkan oleh timsesnya. Kedua, saya tidak terima dilaporkan Pasal 28 ayat 2 UU ITE saya tak terima. Masa Dosen mengajarkan kebencian,” tandasnya.

Seperti, diketahui Buni Yani dijerat Pasal 28 ayat 2 UU ITE karena dianggap menyebarkan ujaran kebencian di akun facebook miliknya terkait video Ahok di Kepulauan Seribu tentang Surat Al Maidah ayat 51. (iy)