Tips Traveling Saat Hamil yang Perlu Bunda Ketahui

Melakukan perjalanan atau traveling dimasa kehamilan (Foto: Babycentre)

Jakarta, Sayangi.com – Traveling atau bepergian saat hamil baik dengan pesawat, kereta api atau roda empat sebenarnya tidak masalah, asalkan kondisi kandungan Anda sehat. Pun dengan izin dokter dan persiapan yang baik, tak ada yang perlu dicemaskan.

Dilansir dari laman Acog.org, waktu terbaik bumil untuk berpergian adalah di masa pertengahan kehamilan, yakni antara usia 14 minggu hingga 28 minggu . Pasalnya, berpergian di bulan-bulan terakhir kehamilan dapat menimbulkan kelelahan dan ketidaknyamanan bagi Bunda dan janin . Pun dimasa midpregnancy ini kondisi Anda sudah mulai stabil, dan masa-masa morning sickness yang biasa dialami di trismester pertama sudah hilang.

Melansir dari Baby Centre.co.uk, berikut beberapa tips persiapan yang bisa Anda lakukan untuk memastikan perjalanan Anda dengan janin aman dan nyaman.

  • Berkonsultasilah dengan dokter kandungan Anda terkait rencana perjalanan Anda. Pastikan Anda mendapat ‘lampu hijau’ dari dokter kandungan atau bidan Anda.
  • Pastikan Anda membawa obat yang mungkin Anda perlukan, seperti penghilang rasa sakit, salep ambeien, vitamin prenatal ataupun obat yang diresepkan dokter.
  • Pastikan Anda sudah melakukan vaksin sebelum melakukan perjalanan . Untuk saran tentang vaksinasi perjalanan tertentu, berkonsultasilah dengan dokter umum atau bidan Anda. Beberapa tablet anti-malaria tidak aman dikonsumsi saat hamil jadi berkonsultasilah dengan dokter umum Anda.
  • Buat rencana perjalanan yang mudah untuk dirubah untuk mengantisipasi kondisi tertentu saat perjalanan. Bunda juga disarankan untuk membeli asuransi perjalanan. Bawa juga salinan catatan prenatal serta salinan USG Anda terakhir.
  • Pikirkan tentang waktu lama perjalanan, perjalanan yang tidak memakan waktu lama tentu lebih baik untuk Anda dan janin.
  • Simpan nomor dokter kandungan Anda di telpon seluler serta pastikan teman perjalanan Anda juga menyimpan nomor tersebut. Dan simpan beberapa no telpon dokter setempat untuk mengantisipasi kondisi tertentu.
  • Hindari perjalanan ke destinasi dengan wabah zika yang tengah berlangsung.
  • Jika Anda berpergian dengan pesawat, periksa kebijakan maskapai penerbangan Anda terkait ibu hamil saat merencanakan perjalanan Anda. Hindari makanan yang menghasilkan gas dan minuman berkarbonasi sebelum penerbangan Anda. Pasalnya gas mengembang pada tekanan udara rendah di kabin pesawat terbang dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Jangan lupa pakai sabuk pengaman Anda setiap saat.
  • Jika Anda berpergian dengan kapal laut atau kapal pesiar, pastikan kapal laut tersebut memiliki fasilitas medis seperti dokter atau perawat. Minta juga obat anti mabuk pada dokter kandungan atau bidan Anda. Waspada pula infeksi norovirus. Norovirus adalah sekelompok virus yang dapat menyebabkan mual dan muntah parah selama 1-2 hari. Orang mudah terinfeksi dengan makan makanan, minum cairan, atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus. Sering cuci tangan saat berada di atas kapal. Jika Anda mengalami diare dan muntah pada saat bersamaan, carilah perawatan medis.
  • Waspadai juga Deep vein thrombosis (DVT). Deep vein thrombosis (DVT) adalah suatu kondisi dimana bekuan darah terbentuk di pembuluh darah di kaki atau area tubuh lainnya. DVT dapat menyebabkan kondisi berbahaya dimana gumpalan berpindah ke paru-paru. Duduk atau tidak bergerak dalam jangka waktu yang lama, seperti selama perjalanan jarak jauh, dapat meningkatkan risiko DVT. Untuk mengurangi risiko DVT, Bunda disarankan untuk minum banyak cairan, menggunakan pakaian longgar, melakukan peregangan dan berjalan kaki secara berkala.