Andrianto: Vonis Ahok Menunjukan Masih Ada Keadilan

Andrianto /Foto: istimewa

Jakarta, Sayangi.Com– Koordinator presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto, menilai vonis hukuman 2 tahun penjara kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) disertai perintah untuk langsung ditahan, cukup memenuhi rasa keadilan.

“Bukan soal dua tahun penjara, tapi yang lebih penting adalah majelis hakim menyatakan Ahok terbukti melakukan penodaan agama karena menyebut surat Al Maidah 51 dijadikan alat untuk membohongi masyarakat. Itu yang jadi tuntutan masyarakat sehingga ada rangkaian aksi bela Islam yang diikuti jutaan massa,” kata Andrianto, kepada Sayangi.Com, Selasa (9/5).

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim PN Jakarta Utara terhadap Ahok, menurut Andrianto, juga menjadi pembelajaran bahwa siapapun orangnya, apakah dia Gubernur atau sahabat Presiden, kedudukannya di depan hukum sama.

Andrianto memberikan apresiasi kepada majelis hakim PN Jakarta Utara yang ia nilai bisa menangkap rasa keadilan masyarakat. Padahal jaksa penuntut umum (JPU) mengajukan tuntutan ringan kepada Ahok, yakni hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun.

“Vonis untuk Ahok ini setidaknya menunjukan bahwa masih ada keadilan di Indonesia,” ujar Andrianto.

Di sisi lain, Andri menyayangkan sikap Ahok yang akan mengajukan banding. Menurutnya, dengan mengajukan banding, situasi politik Jakarta akan tetap panas dan secara tidak langsung menjadi beban bagi Presiden Jokowi.

“Kasus ini menguras energi bangsa. Masyarakat menganggap selama ini Ahok dilindungi Presiden karena┬átidak ditahan walau sudah jadi terdakwa, tidak diberhentikan sementara dari jabatan Gubernur, dan terakhir dituntut ringan oleh jaksa penuntut umum,” kata Andrianto.