MK Prancis Sahkan Macron Jadi Presiden Terpilih, Hollande Langsung Mundur

Presiden Prancis Francois Hollande dan penggantinya Emmanuel Macron /Foto: Reuters

Paris, Sayangi.Com– Presiden Prancis Francois Hollande, pada Rabu (10/5) waktu Paris, mengatakan bahwa pemerintah yang dipimpinnya telah menyampaikan pengunduran diri menyusul kepastian hasil pemilihan presiden Prancis yang dimenangkan oleh Emmanuel Macron.

Dikutip dari Reuters, Hollande mengatakan bahwa ia telah meminta kantor Perdana Menteri untuk menangani tugas sehari-hari sampai ada pergantian resmi Presiden.

Dalam suratnya kepada Perdana Menteri Bernard Cazeneuve, Hollande menulis, “Saya meminta agar Anda menangani tugas saat ini sampai pemeritahan yang baru terbentuk.”

Pengunduran diri pemerintah merupakan tradisi politik Prancis, setelah hasil pemilihan presiden disahkan atau divalidasi oleh Mahkamah Konstitusi.

Emmanuel Macron memenangkan Pilpres Prancis setelah mengalahkan Marine Le Pen pada pemungutan suara putaran kedua yang dilaksanakan Minggu (7/5) lalu. Macron dijadwalkan mulai menjalankankan jabatannya sebagai Presiden pada Minggu (14/) mendatang, namun belum menyebutkan tanggal pembentukan kabinet barunya.

Proses pemilihan dan suksesi Presiden di Prancis bisa dikatakan sangat efisien. Pilpres putaran pertama yang diikuti 11 kandidat berlangsung pada 23 April. Karena tak ada kandidat yang meraih suara di atas 50%, maka dilakukan pilpres putaran kedua pada 7 Mei 2017.

Hasil pemilihan presiden putaran kedua sudah bisa diketahui publik hanya beberapa jam setelah pemungutan suara ditutup. Dan pekan berikutnya, pada tanggal 14 Mei, presiden terpilih sudah akan menjalankan fungsinya. Secara keseluruhan, proses suksesi Presiden Prancis berlangsung kurang dari satu bulan.