Kabag Ops Korps Brimob: Massa Pro Ahok Langgar UU No 9/1998

Para pendukung Ahok di depan Mako Brimob beberapa hari lalu / Foto: Istimewa

Depok, Sayangi.com – Kabag Ops Korps Brimob Kombes Pol Waris Agono menegur para pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang melakukan aksi di depan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada Hari Raya Waisak ini, Kamis (11/5). Ia meminta agar massa pendukung Ahok mematuhi Undang-Undang yang berlaku.

Waris menjelaskan, berdasarkan UU No 9/1998 tentang kemerdekaan menyatakan pendapat di muka umum, disebutkan bahwa melakukan aksi di hari-hari besar nasional tidak diperbolehkan. Ia mengingatkan bahwa hari ini yang menjadi hari libur nasional merupakan hari besar bagi umat Budha.

“Hari ini sebenarnya dilarang untuk menyampaikan pendapat dengan berkumpul,” kata Waris di hadapan seluruh pendukung Ahok, di depan Mako Brimob, Depok, Kamis (11/5).

“Jadi, hari ini adalah Waisak Hari Raya umat Budha. Kalau bapak ibu menganggap kita umat beragama yang punya toleransi, kita harus toleransi kepada mereka,” kata Waris.

Tidak hanya dari anggota Brimob, Ahok pun mengimbau agar para pendukungnya tidak melakukan aksi. Hal itu diungkapkan Ahok melalui handie talkie (HT) dari ruang tahanannya.

“Demi kebaikan saya kalian sebaiknya membubarkan diri. Kondisi saya baik dan sehat. Hari ini juga hari Waisak, lebih baik bubarkan diri,” kata terdakwa kasus penistaan agama tersebut.

Namun, massa massa pendukung Ahok tetap kembali mendatangi halaman depan Mako Brimob, yakni pada sore menjelang malam hari. Mereka memang hanya berfoto ria di lokasi ini.

Namun kepolisian tidak diam melihat aksi mereka. Aparat langsung minta agar massa pro Ahok tersebut membubarkan diri. Setelah diminta bubar, massa pun kemudian bergeser ke depan GPIB Gideon untuk aksi bakar lilin.