Kata Yusril, Penjemputan Paksa Habib Rizieq tak Bisa Dilakukan

Foto: yusril.ihzamahendra.com
Yusril Ihza Mahendra / Foto: Istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan, penjemputan paksa bisa dilakukan apabila seseorang telah tiga kali mangkir dari panggilan kepolisian tanpa adanya alasan yang jelas.

Namun, menurut Yusril, rencana penjemputan paksa kepolisian terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, tidak tepat. Pasalnya, ketidakhadiran Rizieq dikarenakan tengah menjalankan ibadah umroh, dan itu bisa dipertanggungjawabkan.

“Kalau penjemputan paksa itu dilakukan bila tidak hadir tiga kali tanpa alasan yang sah, kalau kemarin Habib Rizieq tidak bisa hadir karena umroh kan tidak bisa (dijemput paksa) karena alasannya sah,” kata Yusril di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Senin (15/5).

Yusril pun mengaku yakin bahwa Ketua Dewan Pembina GNPF-MUI itu bisa bersikap kooperatif saat diminta kepolisian untuk memberikan keterangan atas berbagai kasus yang disebut melibatkan dirinya.

“Saya yakin Habib Rizieq kooperatif, memberikan keterangan pasti akan dia lakukan,” ujar Yusril.

Untuk diketahui, Penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya telah mengantongi surat perintah penjemputan paksa terhadapĀ Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Penyidik saat ini masih menunggu informasi dari pihak pengacara untuk mengetahui keberadaan Rizieq untuk penjemputan tersebut. (iy)