Polisi Sangkal Ada Upaya Kriminalisasi dalam Kasus Firza Husein

Kombes Pol Argo Yuwono (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, Firza Husein bukanlah korban kriminalisasi dalam kasus dugaan chat mesum. Pasalnya, menurut Argo, tindakan Firza telah melanggar Undang-Undang nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi.

“Suatu ketelanjangan kemudian dilihat oleh orang lain, ada yang menyuruh, itu semua tak diperkenalkan dan melanggar UU,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (19/5).

Sebagai warga negara yang baik, lanjut Argo, seharusnya Firza dapat mentaati hukum yang berlaku. Karena, tujuan sebuah Undang-Undang dibuat adalah untuk dipatuhi oleh seluruh masyarakat.

“Jadi UU dibuat untuk diapakan, untuk ditaati, diikuti dipatuhi, di UU Pornografi disitu ada apa, ada yang membuat, kemudian yang buat siapa,” tuturnya.

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini juga mengatakan, polisi hanya melakukan tugas penegakkan hukum dalam kasus Firza. Pasalnya sebelum penetapan Firza jadi tersangka, polisi telah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

“Kami kan dapat laporan, kami lakukan penyelidikan, apakah tindak pidana, ternyata ada pidana. Makanya kami naikkan penyidikan,” jelasnya.

Lebih jauh Argo mengatakan, untuk kasus yang juga menyeret nama Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab ini polisi telah mengumpulkan informasi dari beberapa saksi. Selain itu, polisi juga telah mengamankan beberapa barang bukti, menurut Argo, apa yang ada di tangan kepolisian cukup untuk menetapkan Firza sebagai tersangka

“Kita lakukan semua keterangan saksi, ahli, sertai barang bukti dan ternyata ada tersangka siapa tersangkannya menurut UU Pornografi, siapa tersangkanya, ya itu si FH ini,” tegasnya.