Ridwan Kamil Akan Umumkan Calon Pendamping Usai Lebaran

Foto dokumentasi saat deklarasi dukungan Partai NasDem untuk Ridwan Kamil pada pilkada Jawa Barat 2018, di Monumen Bandung Lautan Api, Minggu (19/3)

Bandung, Sayangi.Com– Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan segera mengumumkan nama pendampingnya dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jawa Barat 2018, usai lebaran nanti.

“Setelah lebaran keputusan berpasangan dengan siapanya, tunggu nanti,” ujar Ridwan Kamil, saat menghadiri deklarasi dukungan dari komunitas Buah Batu Corps (BBC) Skills di Bandung, Minggu (20/5).

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, mengatakan bahwa saat ini ia masih dalam proses lobi dengan beberapa parpol baik untuk proses dukungan terhadap dirinya hingga menetapkan pendampingnya dalam Pilkada nanti.

“Tiap partai kan punya calon, gak mungkin semuanya dipenuhi. Berarti harus ada dialog antar partai dan rata-rata kemungkinan lebaran keputusannya,” ujarnya.

Ia mengaku, saat ini banyak pihak yang menyodorkan nama-nama calon untuk menjadi cawagub pendampingnya. Nama tersebut ada yang berasal dari kalangan artis, aktivis lingkungan, tokoh politik, hingga ulama.

“Saya belum bisa memutuskan karena saya bukan pengambil keputusan, saya posisinya tidak punya partai. Jadi posisi wakil saya serahkan pada koalisi,” kata Emil.

Jangan Terprovokasi Medsos

Ridwan Kamil meminta para pendukungnya tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau hasutan yang beredar di media sosial.

“Jangan ikut-ikutan black campaign. Kita buktikan Pilkada di Jabar bisa beradab. Kuncinya satu, orang Sunda tidak mudah terprovokasi,” ujarnya.

Emil ini berharap para pendukungnya lebih mengedepankan kampanye yang elegan seperti penyampaian visi misi serta terkait keberhasilannya dalam membangun Kota Bandung.

“Kalau betul akan ada deklarasi dukungan pakai akal sehat, bukan asal dukung. Sampaikan saya punya prestasi, visi, dan kredibiltas. Jadi menang dengan akhlak dan dengan ilmiah,” katanya.

Ketua BBC Skills Bagus Machdiantoro menyanggupi permintaan Emil untuk membuat tim siber dalam rangka menangkal segala bentuk berita bohong yang beredar di media sosial.

Sumber: Antara