BNPT: Sebar Gambar Korban Bom di Medsos Perluas Dampak Kengerian

Petugas tim Gegana Polri di terjunkan di Terminal Kampung Melayu, Rabu (24/5) malam /Foto: Twitter @TMCPoldaMetro

Jakarta, Sayangi.Com– Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengingatkan masyarakat agar bijaksana dan tidak gegabah menyebarluaskan (share) gambar atau video potongan tubuh korban akibat peristiwa ledakan di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) malam.

Dalam rilisnya, Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi Intang Dulung, mengatakan bahwa penyebarluasan konten kengerian sebagai akibat dari sebuah peristiwa terorisme adalah teror yang sebenarnya.

“Kejadian di Kampung Melayu mungkin hanya memakan beberapa korban tewas dan terluka, tapi ketika gambar atau video potongan tubuh korban disebarluaskan, jutaan orang akan menjadi korban baru,” kata Andi Intang.

Andi menyebut contoh peristiwa teror bom di Jl. Thamrin, Jakarta, pada tahun 2016 lalu. Kejadian terlokalisir hanya di satu titik, namun konten kengerian yang tersebarluas, salah satunya melalui media sosial, menjadikan Jakarta dan sekitarnya lumpuh.

Andi Intang juga meminta media pers bersikap arif dalam memberitakan peristiwa ledakan di Kampung Melayu. Gambar atau video berbau kengerian diminta tidak ditampilkan. Kalaupun harus ditampilkan harap dikaburkan, jangan secara gamblang ditayangkan.

Menurut Andi, perkembangan terorisme menunjukkan kelompok pelaku sudah memanfaatkan media massa, termasuk pers, untuk ikut menyebarluaskan dampak peristiwa teror untuk melipatgandakan kengerian yang timbul.

“Masyarakat yang mengetahui media massa yang menebarkan kengerian, silahkan lapor ke Dewan Pers atau KPI (Komisi Penyiaran Indonesia),” ujar Andi Intang.

Melalui akun twitter @TMCPoldaMetro, Bakohumas Pusat juga menyampaikan imbauan berikut ini: “Penting! Menyebarkan foto/video korban hanya membuat teroris tertawa, tapi keluarga korban dirundung duka #KamiTidakTakut”.

Imam Wahyudi, anggota Dewan Pers menyampaikan seruan yang sama. Ia menulis: “Teman….publikasi adalah oksigen bagi terorisme. Jika punya gambar-gambar aksi teror yang menimbulkan kengerian dan ketakutan, sebaiknya kita stop sampai di gadget kita. Karena jika kita viralkan, secara tidak langsung kita membantu menyebarkan ketakutan yang menjadi tujuan dari terorisme.”

Imbauan serupa disampaikan sejumlah anggota grup WhatsApp kepada rekan-rekannya yang men-share gambar atau video korban ledakan bom di Terminal Kampung Melayu secara gamblang.

Di Grup WhatsApp Kahmi Forever, misalnya, Sumaryono Sri Noto menulis: “Maaf Oms, jangan diposting ya. Tak tega saya, saya mengutuk atas kebiadaban dalam ledakan ini.”

Akun TribrataNews juga menyampaikan pesan serupa, yakni: