Gilang, Taufan, Ridho: 3 Polisi Muda Yang Gugur Akibat Bom Kampung Melayu

Personel kepolisian membawa foto Briptu Anumerta Imam Gilang Adinata pada upacara pemberangkatan jenazah yang akan dimakamkan di Klaten, Kamis (25/5) /Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.Com– Tiga polisi muda gugur akibat ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu (24/5) malam. Mereka adalah Taufan Tsunami (23 tahun), Imam Gilang Adinata (24 tahun), dan Ridho Setiawan (21 tahun).

Saat terjadi ledakan bom semalam, ketiganya sedang bertugas memonitor dan mengawal pawai obor yang dilakukan sekelompok umat Islam di Jakarta guna menyambut bulan suci Ramadhan. Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto, karena gugur dalam tugas, pangkat ketiganya dinaikkan satu tingkat menjadi Brigadir Polisi Satu (Briptu) anumerta.

Selain menewaskan ketiga polisi muda tersebut, dua ledakan bom di Terminal Kampung Melayu juga mengakibatkan lima personel polisi dan lima warga sipil terluka. Informasi terbaru pada Kamis (25/5) pagi, polisi yang dirawat intensif bahkan bertambah menjadi enam orang. Bripda Yogi dilaporkan mengalami luka paling parah karena terluka di sekujur tubuhnya.

Dua pelaku bom bunuh diri dengan menggunakan bom panci berisi gotri dan berbagai logam itu, juga tewas dengan tubuh tercabik-cabik di lokasi kejadian.

Mabes Polri, menurut Irjen Setyo Wasisto, menyatakan duka cita yang mendalam atas gugurnya tiga anggotanya dalam aksi teror tersebut. Presiden Jokowi, Kamis (25/5) pagi, juga sudah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban seraya meminta masyarakat tetap tenang dan tidak gentar menghadapi teror.

Dedikasi Tinggi

Kompol Purwanta, Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, menilai Bripda Imam Gilang Adinata sebagai anggota polisi yang punya dedikasi tinggi dan tidak pernah mengeluh dalam menjalankan tugas. Dedikasi tinggi itu ditunjukkan saat pukul 21.00 WIB, Gilang masih berada di lokasi meski tugasnya sudah selesai.

Paman Gilang, Badyo Santoso, kepada wartawan mengatakan, keluarga mendapat kabar tentang tewasnya Gilang pada sekitar pukul 01.30 WIB dini hari dari salah satu anggota Polda Metro Jaya. Setelah mendapat kabar itu, keluarga langsung berangkat menuju RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Pada subuh sekitar pukul 04.30 WIB, jenazah Gilang diantarkan dalam peti mati yang ditutupi bendera merah putih ke rumah duka di Jalan Kelingkit, Kelurahan Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan. Ibunda Gilang, Ningwyarti, terlihat terus menangis meratapi kematian anak kesayangannya.

“Gilang, anakku,” kata Ningwyarti, sambil memeluk peti jenazah Gilang.

Para kerabat Gilang berdatangan menuju rumah duka untuk mengucapkan belasungkawa. Sebagian diantara mereka mengaji dan berdoa di hadapan peti mati Gilang.

Kamis pagi, jenazah Gilang diberangkatkan ke Klaten, Jawa tengah, untuk dimakamkan di kampung halaman orang tuanya.

Di lokasi upacara pemberangkatan jenazah terlihat sejumlah karangan bunga ungkapan belasungkawa, termasuk dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Polres Metro Bekasi Kota persiapkan upacara pelepasan dan pemakaman jenazah di rumah duka almarhum Briptu Anumerta Taufan Tsunami, di Jatisampurna, Kota Bekasi, Kamis (25/5).

Taufan Tsunami, 23 tahun, adalah anggota Polda Metro Jaya yang mendaftar menjadi anggota polisi dari Polres Metro Bekasi pada 3 tahun lalu. Pada peristiwa ledakan bom semalam, ia adalah anggota polisi yang pertama kali dinyatakan gugur.

Jenazah Taufan diantarkan ke rumah duka di daerah Jatisampurna, Kota Bekasi, Kamis (25/5) subuh sekitar pukul 04.00 WIB. Almarhum dimakamkan dengan upacara militer di TPU Pondok Ranggon, Bekasi, Kamis hari ini.

Pelepasan jenasah Almarhum Briptu Anumerta Ridho Setiawan dari rumah duka di perumahan Dasanah Indah, Kelapa Dua, Tangerang, menuju Lampung Tengah, Kamis (25/5). /Foto: istimewa

Ridho Setiawan adalah polisi termuda yang menjadi korban serangan bom di Kampung Melayu. Usianya tercatat masih 21 tahun.

Ayah Ridho, Gunawan, mendapat kabar duka yang menimpa anaknya sekitar pukul 03.00 WIB dari Kapolsek Kelapa Dua Tangerang yang datang bersama beberapa anggota polisi ke kediamannya di Perumahan Dasana Indah, Kelapa Dua, Tangerang. Segera setelah mendapat kabar duka, Gunawan langsung menuju ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Jenazah Ridho Setiawan akan dimakamkan di tempat pemakaman keluarga di Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Upacara penghormatan dilakukan di Masjid Al Jihad, Dasana Indah, Kelapa Dua, Tangerang, dipimpin oleh Direktur Sabhara Polda Metro Jaya Kombes Pol Slamet Hadi.

Dalam sambutannya, Slamet mengatakan bahwa Briptu Anumerta Ridho Setiawan telah mendarmabaktikan dirinya dalam kepolisian RI dan patut menjadi teladan bagi semua yang hadir.

Ridho adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, buah perkawinan Gunawan dan Hafifah. Kedua orang tua Ridho, bersama dua kakak perempuannya, mengiringi ke tempat peristirahatan almarhum di Lampung Tengah.