Partai Independen Minta PM May Emban Tanggung Jawab Bom Manchester

Perdana Menteri Inggris Theresa May, Foto ITV. com

London,Sayangi.com– Partai Independen Inggris (UK Independence Party /UKIP) meminta Perdana Menteri Inggris, Theresa May, untuk mengemban sejumlah tanggung jawab atas serangan teror di Manchester karena kebijakan pemangkasan anggaran yang ia tetapkan.

“Saya pikir dia harus mengemban sejumlah tanggung jawab. Semua politikus yang memilih langkah pemangkasan, mengemban tanggung jawab,” kata Suzanne Evans, wakil pimpinan UKIP, dalam peluncuran manifeso partai tersebut, seperti dikutip AFP Jumat (26/5).

Susanne Evan Foto Telegraph
Susanne Evan Foto Telegraph

Sebelum menjadi Perdana Menteri, May merupakan menteri dalam negeri Inggris selama enam tahun. Ia dilantik menjadi Perdana menteri (2016) setelah pengunduran diri PM David Cameron setelah referendum Brexit.

Dia sebelumnya menuai kritik keras atas pemangkasan yang ditetapkan beberapa tahun setelah Inggris mengalami krisis keuangan.

Surat kabar Daily Telegraph pada Kamis (26/5) mengatakan otoritas Inggris “menghadapi sejumlah pertanyaan atas berbagai peringatan dari penyerang Manchester yang tidak ditindaklanjuti.”

Pemimpin UKIP Paul Nuttall, yang mendesak aksi penindakan terhadap laju keimigrasian dan keamanan yang lebih ketat menyusul serangan itu, mengatakan, “Politikus di negara ini sudah lemah dalam mengatasi isu ini selama bertahun-tahun.”

Paul Nuttall Foto The Independent
Paul Nuttall Foto The Independent)

“Dalam catatannya sebagai menteri dalam negeri, saya pikir itu mengerikan. Dia adalah menteri dalam negeri yang mengurangi jumlah petugas polisi, menurunkan jumlah penjaga perbatasan, mengurangi jumlah petugas penjara,” tuturnya.

Namun dia menegaskan tidak menyalahkan secara pribadi atas terjadinya peristiwa tersebut.

“Saya sama sekali tidak ingin menyalahkannya secara pribadi atas serangan itu, sama sekali tidak. Yang ingin saya katakan adalah bahwa politikus di negara ini saat ini terlalu pengecut untuk benar-benar menghadapi permasalahan Inggris yang sesungguhnya,” kata Nutall.

Ia mengatakan, partai tersebut menginginkan migrasi yang bersih, diperkirakan mencapai 248.000 tahun lalu jumlah migrasi mencapai 248.000 tahun lalu. Dan akan dihapuskan dalam lima tahun ke depan.

Evans mengatakan, imigran tidak lagi diizinkan mengakses National Health Service yang dikelola oleh oleh pemerintah.