Tika Bisono: Anak Kurang Kasih Sayang Mudah Dicuci Otak Jadi Teroris

Tika Bisono /Foto: worldpress.com

Jakarta, Sayangi.Com– Pakar psikologi, Tika Bisono, mengemukakan bahwa anak-anak muda yang menjadi pelaku teror bom punya pola pikir yang berbeda dari penjahat biasa atau seseorang yang baru jadi penjahat.

“Tinggal 1 mil lagi menjadi psikopat. Mereka belum jadi psikopat, karena psikopat cerdas dan biasanya berprestasi sehingga mereka bisa memanipulasi diri sendiri, bahkan orang lain,” kata Tika kepada AntaraNews, Jumat (26/5)..

Berdasarkan teori, menurut Tika, para pelaku teror bom yang masih berusia muda memiliki ciri khas tersendiri.

“Ciri khasnya antara lain anak terlantar, pendidikan rendah, teman enggak banyak, kecenderungan ingin bunuh diri, keluarga enggak ada yang mengurus, rentan kasih sayang, rentan perhatian,” ujar Tika.

Orang-orang yang memiliki ciri khas seperti itu, menurut Tika, lebih mudah di-brainwash (cuci otak).

“Orang-orang ini karena memang ingin mati, cenderung untuk langsung nelen jika diberikan pemikiran akan mendapat ganjaran surga atau mati sebagai pahlawan,” katanya.