Ratu Mengunjungi Korban Remaja Pemboman Manchester

Foto AOL.com
Foto AOL.com

Manchester, Sayangi.com– Bom bunuh diri di konser Ariana Grande  di Arena  Manchester  telah meninggalkan luka masyarakat Inggris-dan guncangan seluruh dunia. Para pemimpin dunia telah mengutuknya. Bahkan Festival Film  Cannes berhenti sejenak untuk mengheningkan cipta.

Ratu Elizabeth II juga telah bertindak, ia meluangkan waktu untuk mengunjungi korban selamat yang dirawat di Royal Manchester Children’s Hospital.

Kamis (25/5) waktu setempa,Ia juga menyempatkan diri menyapa dan berbicara dengan pasien Royal Manchester Children’s Hospital. Rumah sakit anak ini , tempat 19 korban masih menjalani perawatan karena terluka akibat serangan itu, lima di antaranya dalam keadaan kritis.

Foto RT.con
Foto RT.con

Ratu menyapa dan bertanya kepada pasien Evie Mills (14), yang berasal dari Harrogate, apakah Mills datang khusus untuk menyaksikan konser Ariana Grande di Manchester?. Ia menjawab: iya, itu hadiah ulang tahunnya. Lalu Ratu menanggapi Mills dan berkata “Dia (Ariana Grande) suaranya sangat, sangat bagus, penyanyi yang sangat baik. Dialog antara Ratu dan Mills direkaman yang disiarkan oleh Sky News.

“Itu mengerikan. Sangat jahat menghancurkan kegiatan semacam itu,” imbuh Ratu Inggris. Mengenakan topi oranye dan jaket biru muda. Kedatangan Ratu disambut gembira di rumah sakit dan Ratu menekankan bahwa “semua orang bersatu di sini” ketika menyalami Mills dan orangtuanya.

Terkait dengan kunjungan Ratu, Millie Robson (15)yang berasal dari daerah Durham sangat berkesan atas kunjungan Ratu, kepada Sky News ia mengatakan bahwa Ratu sangat baik,benar-benar sangat mengesankan – kau benar-benar tidak akan menyangka ratu sebaik itu.

Foto RT.con
Foto RT.con

Delapan rumah sakit di sekitar wilayah Inggris utara itu merawat 116 korban luka akibat ledakan seusai konser. Hingga berita ini diturunkan Kamis (25/5) NHS Inggris melaporkan sebanyak 23 orang masih dalam penanganan kritis.

Menurut The Guardian hasil dari laporan wakil direktur rumah sakit Central Manchester University, rumah sakit ini merawat 18 orang dewasa dan 14 anak-anak. Lima anak dan lima orang dewasa berada dalam kondisi kritis, dan beberapa orang akan memerlukan operasi rekonstruktif.

Dalam kunjungannya ke rumah sakit Ratu juga berbicara dengan anggota staf rumah sakit, ia berterima kasih atas pelayanan mereka sehubungan dengan serangan mengerikan tersebut.

Foto RT.con
Foto RT.con

Kerajaan Inggris memiliki sejarah panjang dalam korban perang dan teror. Pada tahun 1939, setelah 14 hari pecah perang dunia kedua pecah,ratu memberikan alamat radionya .

Ia berbicara kepada anak-anak yang dievakuasi dan terpisah dari keluarga mereka. Saat itu Ratu berkata, “Kami tahu, setiap orang dari kita, pada akhirnya semua akan baik.

Karena Tuhan akan merawat kita dan memberi kita kemenangan dan kedamaian. Dan ketika perdamaian datang, ingatlah, ini akan menjadi milik kita, anak-anak zaman sekarang, untuk membuat masa depan dunia menjadi tempat yang lebih baik dan lebih bahagia.