Bambang Widodo: Sistem Pemerintahan Boleh Berganti Tapi Pancasila tak Tergantikan

Jakarta, Sayangi.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian ‎Hukum dan HAM Kepri, Bambang Widodo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menangkal paham-paham radikalisme dan kembali kepada Pancasila.

Ajakan tersebut seperti yang diungkapkannya dalam seminar organisasi kemasyarakatan bersama seluruh LSM dan ormas se-Kepri di I Hotel Baloi.

Menurutnya meski Indonesia sudah melalui perjalanan yang panjang dan berliku, dengan berbagai pergantian rezim kepemimpinan, dan berbagai bentuk negara dan sistem pemerintahan, namun pancasila sebagai ideologi negara‎ tidak akan terganti.

Menyikapi peristiwa-peristiwa terkini yang terjadi di beberapa daerah, ia berharap di Kepri tidak akan terjadi hal yang sama. Ia mengajak seluruh warga Kepri, untuk kembali ke pancasila.

“Sistem pemerintahan kita pernah berganti, mulai dari serikat, parlementer hingga presidensil. Semua itu sah-sah saja, sebagai bagian proses demokrasi yang terekam dalam catatan sejarah bangsa kita. Tapi ada satu hal yang tak berganti dan tak tergantikan, itu‎ pancasila,” katanya dalam keterangan rilisnya, Jumat (26/5).

Melalui ideologi tersebutlah, masyarakat yang ada di Indonesia seluruhnya dipersatukan. Dari Sabang sampai ke Merauke, tanpa memandang suku, agama, ras, budaya serta golongan dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika.

Ia mengingatkan bahwa memudarnya pemahaman terhadap pancasila, dapat berakibat fatal bagi ketahanan nasional negara.

“Akhir-akhir ini, kita merasakan keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi tanah air. Ancaman datang silih berganti, baik yang dari luar, maupun ancaman dari dalam. Ancaman ini yang bisa memporak-porandakan sendi-sendi persatuan dan kesatuan yang sudah dibangun oleh para pendahulu kita,” tuturnya.

Bambang mengatakan, terjadinya persoalan sosial dan ekonomi pada masyarakat, fanatisme kelompok, fanatisme paham tertentu, bahkan fanatisme agama sudah mengakibatkan terjadinya konflik di sana sini. Baik konflik horizontal maupun vertikal.

“Ini berdampak negatif terhadap stabilitas nasional, sementara pemerintah sedang melaksanakan pembangunan di berbagai sektor. Persoalan-persoalan ini, sekecil apapun tentu perlu solusi. Solusinya cuma satu, bagaimana kita bisa memiliki landasan berfikir atau cara pandang yang Arif dan bijak. Cara pandang pancasila,” ucapnya.

Dalam kegiatan seminar tersebut pun ikut menjadi pembicara dari perwakilan Polda Kepri, Kodim 0316, dan instansi terkait lainnya. ‎Kegiatan itu sendiri diikuti oleh sekitar 70 orang peserta.