2 Orang Tewas Ditikam Akibat Bela Warga Muslim di Kereta Api

Jeremy Joseph Christian pelaku penusukan di LRT Portland. Foto NY Daily News

Portland,Amerika,Sayangi.com– Seorang laki-laki pelaku penikaman dua penumpang kereta api di Portland, Oregon telah ditahan polisi.

Polisi berhasil menangkap seorang laki-laki yang dikatakan telah menikam hingga tewas dua penumpang kereta api di Portland – Orgeon, yang tadinya berupaya menghentikan teriakan dan olok-olok laki-laki tersebut terhadap dua perempuan yang tampak seperti warga Muslim pada hari Jum’at (26/5).

Jeremy Joseph Christian yang berusia 35 tahun hari Sabtu (27/5) ditahan di penjara distrik Multnomah karena diduga melakukan pembunuhan sadis, upaya pembunuhan, intimidasi dan melakukan kejahatan dengan senjata api.

Menurut dokumen di pengadilan, beberapa tahun lalu Jeremy pernah dipenjara karena perampokan dan penculikan. Ia akan dihadirkan ke pengadilan hari Senin (29/5) dan belum jelas apakah ia sudah memiliki kuasa hukum.

Coco Douglas, 8, meninggalkan tanda tangan dan batu yang dilukisnya di sebuah peringatan untuk dua korban penusukan di Portland. Foto nydailymail
Coco Douglas, 8, meninggalkan tanda tangan dan batu yang dilukisnya di sebuah peringatan untuk dua korban penusukan di Portland. Foto nydailymail

Dua orang tewas ditikam dan satu orang lainnya luka parah akibat penikaman, setelah Jeremy meneriakkan kalimat-kalimat rasis pada dua perempuan, yang salah seorang diantaranya mengenakan jilbab.

Kantor berita Associated Press mengutip polisi yang mengidentifikasi dua laki-laki yang tewas itu sebagai Ricki John Best yang berusia 53 tahun dan Taliesin Myrddin Namkai Meche yang berusia 23 tahun. Laki-laki ketiga yang masih dirawat di rumah sakit karena luka serius diidentifikasi sebagai Micah David-Cole Fletcher yang berusia 21 tahun.

Menurut pernyataan kepolisian setempat, penyerang marah dan meneriakkan “kalimat-kalimat bernada kebencian atau bahasa yang bias.”

Hari Jum’at adalah awal dimulainya bulan Ramadhan, bulan paling suci dalam kalender Islam, dan serangan itu mendorong warga kota Portland yang terkenal toleran dan liberal untuk menyelami apa yang sesungguhnya terjadi.

Banyak bunga dan ucapan belasungkawa diletakkan di stasiun kereta api transit dimana insiden itu terjadi.

Ucapan Duka Walikota Portland Ted Wheeler atas Tragedi Portland. Foto NY Daily News
Ucapan Duka Walikota Portland Ted Wheeler atas Tragedi Portland. Foto NY Daily News

Walikota Portland Ted Wheeler Sesalkan Insiden Ini

Walikota Portland Ted Wheeler menulis di halaman Facebook-nya “ada begitu banyak kebencian di dunia kita saat ini, dan begitu banyak aksi kekerasan. Begitu banyak yang ikut terjadi di Portland.”

Wheeler sedang dalam penerbangan dari kota di Oregon itu menuju ke London ketika serangan terjadi. Ia segera terbang kembali ke Portland dengan pesawat pertama dan tiba di kota itu Sabtu siang.

Dewan Hubungan Islam-Amerika menyalahkan meningkatnya insiden anti-Muslim itu sebagian karena perhatian Presiden Donald Trump yang lebih dipusatkan pada kelompok-kelompok Islamis militan dan retorika anti-Muslim.