Eggi Sudjana: Seharusnya yang Jadi Tersangka Penyebar Konten Pornografi

Eggi Sudjana (Foto: Sayangi.com/Fahri)
Eggi Sudjana (Foto: Sayangi.com/Fahri)

Jakarta, Sayangi.com – Tim Advokasi Pembela Ulama dan Aktivis akan mengirimkan surat protes kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait penetapan Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka kasus pornografi.

Ketua Tim Advokasi Pembela Ulama dan Aktivis, Eggi Sudjana mengatakan, surat tersebut akan diberikan kepada Kapolri dengan tembusan Presiden Joko Widodo, DPR, Mahkamah Agung, Komnas HAM, Kejaksaan Agung, BIN, Kapolda Metro Jaya, Pers dan Klien ulama.

Dalam surat itu, dia menjelaskan pengertian Pasal 4 ayat (1) UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Hal itu untuk menjawab tuduhan kepolisian yang menyebut kliennya melakukan konten mesum dengan Firza Husein.

“Poinnya dalam pasal 4 ya, dari UU tentang pornografi menyatakan kalau untuk dimaksud foto-foto, gambar-gambar walaupun telanjang itu buat dirinya sendiri nggak apa-apa. Yang jadi persoalan adalah kalau itu disebar,” kata Eggi saat jumpa pers di Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (29/5).

Dijelaskanya, seharusnya yang dijadikan tersangka adalah orang yang mengupload dan menyebarkan konten pornografi tersebut.

“Nah menurut UU ITE yang menyebarkan dan mengupload pertama itulah yang kena. Bukan Habib Rizieq atau Firza, dia korban, kalau dalam konteks teori hukumnya,” terang Eggi.

Karenanya, dia justru heran dengan pihak kepolisian yang tidak menangkap dalang penyebaran konten pornografi yang mengatasnamakan Rizieq dan Firza tersebut. Sementara dalam kasus Ahok, Buni Yani selaku orang yang pertama menyebar video dijadikan tersangka.

“Di kasus Ahok, Buni Yani dijadikan tersangka karena dianggap sebagai orang yang mengupload pertama,” ujarnya.