Kelompok Cipayung Plus Laboratorium Keberagaman bagi Masyarakat

Ilustrasi

Sayangi.com – Indonesia adalah negara kepulauan yang mempunyai sumber daya yang melimpah serta keberagaman budaya, Ras, Suku dan Agama yang ada dalam masyarakat Indonesia. Negara ini terbentuk karena rasa yang sama akibat dijajah kolonialisme Belanda pada saat itu, negara ini juga diperjuangkan oleh berbagai golongan.

Namun terkadang integrasi nasional tersebut terganggu oleh beberapa oknum yang ingin memecah kebersatuan masyarakat dalam keberagaman, seperti hal beberapa waktu lalu isu SARA menjadi komoditas utama politik di Jakarta yang membuat masyarakat saling tuding dan caci maki karena berbeda pandangan dan pilihan .

Selain itu ancaman integrasi nasional ini selalu berupa teror bom yang disangkutpautkan dengan isu agama yang ada. Yang terbaru adalah bom terminal kampung melayu yang terjadi pada hari jumat pada tanggal 26 mei 2017 berepatan dengan pawai obor dalam menyambut datangnya bulan ramadhan 1438. Teror ini menyebabkan 3 anggota polisi yang berjaga tewas dan beberapa orang mengalami lika terkena serpihan ledakan.

Dalam menjaga integrasi nasional ini diperlukan para pemuda dalam membangun hal tersebut seperti halnya pada masa awal kemerdekaan dimana semangat para pemuda yang terjadi pada 28 oktober 1928 menjadi awal bangkitnya bangsa indonesia yang bersatu diatas semua golongan ras, suku dan agama.

Kelompok Cipayung Plus DKI yang terdiri dari berbagai elemen Mahasiswa seperti HMI, GMKI, PMII, PMKRI, IMM, GMNI,KAMMI dan Himabudhi dengan latarbelakang yang berbeda baik Ras, Suku maupun Agama menjadi contoh kongkrit keberagaman yang masih terjaga sampai saat ini, namun disisi lain organisasi ekstra kampus ini harus mampu ikut menjaga dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai perlunya menjaga integrasi nasional dan tidak mudah terpancing dengan isu yang beredar dalam masyarakat.

Kelompok cipayung sebagai miniatur atau laboratorium masyarakat dalam belajar memahami keberagaman harus menjaga persatuan nasional guna mencapai kehidupan masyarakat yang adil makmur, sehingga mampu meminimalisir gesekkan yang terjadi dalam masyarakat itu sendiri, keprihatinan saya terhadap isu-isu politik yang berkembang maupun teror yang terjadi jika terus dibiarkan secara terus-menerus maka akan mungkin terjadinya kerusahan nasional diberbagai lapisan masyarakat.

Maka dari itu kita sebagai kaum muda Intelektual yang mempunyai semangat juang yang tinggi mampu mencegah hal-hal yang tidak di inginkan terjadi dalam kehidupan bernegara.

*Penulis adalah Arief Wicaksana, Formateur/Ketua Umum Badko Jabodetabeka-Banten