Trump Mengutuk “Penyerangan Di Portland”

Foto The Sun
Foto The Sun

Portland, Sayangi.com- Presiden Donald Trump pada hari Senin (29/5) waktu setempat mengecam penusukan hingga jatuh dua korban. Kedua korban  berusaha menghentikan tindakan seorang pria yang melecehkan dua wanita muslim di kereta api di Portland, Oregon.

Taliesin Myrddin Namkai Meche, 23, dan Ricky John Best, 53, tewas saat mereka mencoba menghentikan Jeremy Joseph Christian untuk melecehkan dua wanita muda yang salah satunya mengenakan jilbab, ungkap pihak berwenang.

Taliesin Myrddin Namkai-Meche adalah satu dari dua orang yang tewas dalam serangan . Foto BBC
Taliesin Myrddin Namkai-Meche adalah satu dari dua orang yang tewas dalam serangan . Foto BBC

Pria ketiga yang turut membantu kedua wanita muslim itu selamat namun terluka parah. Pria ketiga diketahui bernama Mikha David-Cole Fletcher, 21,ditikam dilehernya. Ia adalah Mahasiswa di Portland State University.

Serangan tersebut terjadi beberapa jam menjelang hari pertama Ramadan, waktu tersuci bagi umat Islam.

Presiden Amerika Donald Trump dalam Twitternya menuliskan “Serangan kekerasan di Portland pada hari Jumat tidak dapat diterima,”. “Para korban berdiri untuk membenci dan melakukan intoleransi. Doa kami ada pada mereka.”

Pernyataan Trump lewat cuitan di Twitternya ia sampaikan beberapa hari setelah Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mendesak Trump mengutuk serangan . CAIR menyebut anti muslim pelaku dipicu oleh retorika anti-muslim dari Trump.

Kedua muslim yang sempat dilecehkan dan beberapa  saksi mata lainnya  mengungkapkan terdakwa penikaman Christian  melontarkan kalimat kebencian etnis dan agama saat mengancam kedua wanita muslim yang sedang menaiki kereta di Portland.

“Dia menyuruh kami kembali ke Arab Saudi dan bilang seharusnya kami tidak boleh ada di sini dan tinggal di negaranya,” kata Destinee Mangum, yang berada di kereta itu bersama seorang teman yang mengenakan hijab.

“Dia mengatai kami bahwa kami tidak punya hak apa-apa dan mestinya bunuh diri saja,” kata dia dalam posting video pada laman CNN, Senin (29/5)waktu Amerika.

Destin menceritakan Tiga pria yang juga naik kereta itu kemudian turun tangan membela kedua wanita muslim. Salah satu dari ketiga pria ini berkata kepada Christian, “Anda tak boleh merendahkan gadis-gadis ini seperti itu,” kata Mangum dalam video itu.

Dengan suara terbata-bata, Mangum mengaku tidak mengenal ketiga pria pembelanya dan berterima kasih kepada mereka karena telah menyelamatkan nyawanya.

“Mereka kehilangan nyawanya demi saya, teman saya dan mereka adalah pahlawan saya” kata Mangum.

FBI tengah menyelidiki kasus penikaman ini untuk mengetahui apakah Christian bisa didakwa dengan tuduhan terorisme atau kejahatan berlatar belakang kebencian, kata juru bicara FBI Beth Anne Steele.

Sebuah akun bernama Go Fund Me telah dibentuk untuk membantu keluarga kedua pria yang terbunuh dalam serangan itu .

Hingga  Senin tengah hari waktu setempat sudah , badan ini berhasil mengumpulkan 420.000 dolar AS, dan 175.000 dolar AS untuk pria penolong satunya lagi yang luka parah.

Sumber : BBC dan lainnya