Macron Tuding Rusia Intervensi Pilpres Prancis Dihadapan Putin

Foto AP,AFP
Foto AP,AFP

Versailles, Prancis,Sayangi.com – Presiden Prancis yang baru terpilih Emmanuel Macron menggelar menyambut kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin, Senin (29/5) waktu setempat.

Sebelumnya ada kecurigaan Macron bahwa Rusia telah campur tangan  ingin menjegal saat proses pemilihannya beberapa bulan. Hal tersebut dilontarkan lagi oleh Macron dengan mengecam media massa Rusia dan bantahan Putin atas tuduhan peretasan Pemilu Perancis.

Dilansir dari laman Reuters (30/5).Macron menjamu Putin di Istana Versailles (peninggalan abad ke-17), di luar kota Paris. Ini adalah pertemuan pertamanya dengan pemimpin Kremlin yang sebelumnya disebut akan menjadi pertemuan yang penuh keterusterangan.

Pemimpin Prancis (39 tahun) ini akan  bertukar pikiran dengan Putin. Saat Putin keluar dari limosinnya Macron menyambut dengan jabat tangan dan senyuman tersungging, ia terlihat mengucapkan salam  “selamat datang” kepada Putin dalam Bahasa Prancis. .

Setelah berbicara hampir satu jam, Macron kemudian mengungkapkan bahwa dia dan Putin berbicara dengan keterusterangan. Menurut dia, kedua pemimpin ini sepakat perlunya membahas isu-isu seperti Suriah dan Ukraina.

Tetapi suasana tidak enak muncul  ke permukaan, pada sesi jumpa pers setelah temu wicara ketika dengan santainya  Macron menyatakan tudingan yang pernah disampaikan kubu pemilunya beberapa waktu lalu

Tim Sukses Pemilu Macron melaporkan media massa yang didanai pemerintah Rusia berusaha merusak kampanye Macron.

Saat Putin berdiri di sampingnya, saat Macron  menjawab pertanyaan seorang wartawan,ia mengulangi kalimat tuduhan itu.

Macron berkata, “Selama kampanye, Russia Today dan Sputnik adalah agen pemengaruh yang dalam beberapa kesempatan telah menyebarkan berita bohong mengenai pribadinya dan kampanye Macron.”

“Media Rusia bertindak seperti organ pemengaruh, organ propaganda dan organ propaganda kebohongan,” ungkap Macron.

Selama kampanye yang telah lewat dan berpuncak pada kemenangan Macron 7 Mei silam, kubu Macron telah mengusik Rusia. Kubu Marcon menuding jejaring, database dan laman-laman kampanye milik mereka diserang dari lokasi-lokasi di dalam wilayah Rusia.

Tentu saja Kremlin dan Rusia membantah tudingan telah ikut campur dalam Pemilu Prancis.

Namun Putin sendiri tidak bereaksi atas komentar Macron dihadapannya menyangkut media massa Rusia saat dihadapannya . Namun dia meradang saat seorang wartawan menanyakan kemungkinan tangan Rusia ada di balik serangan siber kepada tim kampenya Macron. Putin menyebut tudingan ini tidak didasari fakta.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Putin dan Rusia mendukung lawan Macron pada Pilpres lalu, politisi sayap kanan Marine Le Pen.

Bahkan sebulan sebelum Pilpres putaran pertama, Putin berjanji hadir pada pelantikan Le Pen (seandainya memenangkan Pilpres Prancis).