BMKG: Gempa Susulan di Sulteng Terjadi Hingga 14 Kali

Gempa bumi (Foto: The Border Mail)

Jakarta, Sayangi.com – Gempa bumi dengan kekuatan 6,6 skala Richter yang mengguncang Sulawesi Tengah berlanjut hingga belasan kali. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 14 kali gempa susulan.

“Hasil monitoring BMKG hingga saat ini sudah terjadi 14 kali gempa bumi susulan. Gempa susulan paling kuat dengan magnitudo 5,2 dan secara umum kekuatannya menurun secara fluktuatif. Gempa bumi susulan tetap berpotensi terjadi namun dengan kekuatan yang lebih lemah,” kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya, Selasa (30/5/2017).

Lebih lanjut ia mengatakan gempa 6,6 SR tersebut mengguncang kuat di Poso, Sedoa, Tamadue, Paanto, Tawaelia, Wuasa, Tokoronde, Lape, dan Torue. Gempa dengan intensitas lebih rendah yakni III MMI, juga dirasakan di Palu, Tana Toraja, Sigi, di Toli-Toli, dan daerah Pasang Kayu. Sebanyak dua bangunan di wilayah Poso dilaporkan mengalami kerusakan.

“Sampai saat ini belum ada laporan adanya korban jiwa akibat gempa bumi ini. BMKG akan terus memantau informasi baik gempa bumi susulan maupun kerusakan bangunan dan infrastruktur lainnya,” tukasnya.

Daryono memaparkan gempa bumi ini merupakan jenis gempa tektonik kerak dangkal aibat aktivitas gempa di Zona Palolo Graben. Berdasarkan karakteristik catatan gelombang seismik dan mekanis sumbernya tampak bahwa gempa bumi ini murni disebabkan aktivitas tektonik.

“Magnitudo yang cukup besar dengan kedalaman dangkal ini dapat menyebabkan guncangan kuat,” pungkasnya.