Pengadilan Tinggi Palestina Haramkan Perceraian di Bulan Ramadhan

Ilustrasi perceraian (Foto: The Moslemtime)

Palestina, Sayangi.com – Pengadilan Tinggi Islam Palestina menginstruksikam hakim untuk tidak mengabulkan permohonan perceraian selama bulan Ramadan, lantaran khawatir selama puasa berlangsung memicu kata-kata gegabah yang bisa disesali kemudian hari.

Kepala pengadilan, Mahmud Habash, mengatakan penerapan aturan ini didasari dari pengalamannya selama beberapa tahun belakangan, ketika ia menemukan larangan menahan napsu seperti makan, minum, dan merokok selama puasa cenderung memudahkan lidah berkata tajam dan meningkatkan tempramen seseorang.

“Beberapa dari mereka, kerena belum makan dan tidak merokok, bisa menimbulkan masalah dalam pernikahan. Mereka cenderung membuat keputusan secara tergesa-gesa dengan minim pertimbangan,” kata Habash melalui pernyataan resminya, seperti dikutip Al Jazeera, Selasa(29/5).

Menurut data Otoritas Palestina, sebanyak 50 ribu pernikahan diselenggarakan di wilayah Palestina seperti Tepi Barat dan jalur Gaza selama 2015. Namun, lebih dari 8 ribu permohonan perceraian juga diajukan. Tingkat pengangguran dan kemiskinan disebut menjadi faktor utama meningkatnya angka perceraian di negara itu.

Di Palestina tidak ada perkawinan atau perceraian sipil, dan hanya pengadilan agama berbasis hukum Islam yang memiliki kewenangan menangani masalah perdata tersebut.