Waspada Flakka, Narkoba Sintetis Yang Membuat Penggunanya Jadi ‘Zombie’

Jakarta, Sayangi.com – Bahaya narkoba jenis baru bernama Flakka kembali menghebohkan dunia maya. Di media sosial banyak beredar informasi dan video yang menayangkan korban-korban flakka yang berlaku mengerikan seperti zombie. Seakan merasa seperti hulk, pengguna flakka tak segan menyakiti diri sendiri hingga berdarah-darah sekalipun.

Jim Hall, ahli epidemiologi di Universitas Nova Southeastern, Florida mengatakan sedikit overdosis obat, baik itu diisap, disuntikkan, ataupun disedot lewat hidung, dapat menyebabkan gejala ekstrem. Sebagian ahli menyebutnya “excited delirium”, yakni terjadi lonjakan adrenalin secara ekstrem yang dapat menimbulkan perilaku kekerasan. Dalam kondisi ini, suhu tubuh juga bisa melonjak sangat tinggi. Demikian seperti dilansir CNN, Selasa (30/5/2017)

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengatakan BNN dan Kemenkes RI telah mengkaji narkotika sintetis jenis baru tersebut tahun lalu. “Flakka telah berjangkit di US dan Eropa beberapa tahun yang lalu. Untuk mengantisipasi bahaya yang akan ditimbulkan, BNN dan Kemenkes RI telah mengkaji narkotika sintetis jenis baru tersebut tahun lalu,” ujar Kabag Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Sulistiandriatmoko di Jakarta, Selasa (30/5/2017).

Lebih lanjut ia menjelaskan, flakka telah diatur dengan Permenkes No 2 tahun 2017 dengan nama kimia Alfa PVP. Kandungan flakka yang berbahaya adalah fentanyl derifat, yang memiliki potensi 10 ribu kali lebih kuat dari pada morfin atau 100 kali lebih kuat dari pada heroin. Zat fentanyl derifat ini telah dikaji pada 15-16 Mei 2017 dan telah diajukan ke Kemenkes RI untuk dimasukkan sebagai Golongan I dalam Lampiran UU Narkotika No 35 tahun 2009.

National Institutes of Health (NIH) mengatakan obat yang kerap disebut gravel atau kerikil karena bentuknya yang menyerupai potongan kristal putih seukuran kerikil ini merupakan jenis obat yang relatif baru yang berkembang pada September 2014 silam. Methamphetamine di dalam narkoba ini memiliki dosis yang sangat tinggi, sehingga efek candu dari Flakka bisa lebih hebat dari jenis narkoba lainnya. Efek dari Flakka menyebabkan penggunanya merasa superkuat dan menghasilkan euforia yang intens. Flakka disebut mengandung senyawa kimia yang disebut MDPV, bahan utama pembuat bath salts atau garam mandi. Senyawa kimia ini akan menstimulasi otak yang mengatur mood, hormon dopamin, dan serotonin. Pada dosis tinggi, narkoba ini bisa mempengaruhi suhu tubuh tinggi dan perubahan ekstrim yang bisa menyebabkan kerusakan otot dan kerusakan ginjal, bahkan kematian.

Badan Data dan Informasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam keterangannya menjelaskan efek flakka yang disebut dapat mengubah orang menjadi zombie bukan berarti mengubah orang menjadi zombie sesuai definisinya yaitu mayat hidup. Dalam fenomena ini orang-orang disebut zombie karena kondisi mentalnya yang rusak seperti halusinasi dan delusi yang mengerikan lantaran pengaruh oleh zat tersebut.

Sementara itu beredar kabar pula bahwa flakka sudah masuk ke Indonesia dengan berwujud ganja sintetis dengan campuran flakka. “Itu sedang dalam penelitian dengan Labfor Polri, BNN, BP POM, UI dan ITB juga. Itu kan ganja sintesis ya. Terus ada campurannya lagi. Jenis baru, akumulasi dari campuran itulah yang dampaknya seperti itu,” ungkap Buwas.