Pembuat Chat Palsu Kapolri Biasa Buat Lebih Tiga Berita Hoax Perhari

Direktur Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran serta Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompol saat memberi keterangan pers di Mabes Polri, Selasa (30/5). (Foto:Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Belakangan ini publik dihebohkan dengan chat (obrolan) yang melibatkan nama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dengan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono. Inti dari isi dalam chat tersebut adalah kasus dugaan chat mesum yang menyeret nama Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein seolah-olah direkayasa.

Akhirnya diketahui bahwa chat yang menyeret nama Kapolri tersebut adalah hoax. Hal tersebut diperkuat dengan penangkapan tersangka pembuat chat palsu tersebut yang berinisial HP.

Dalam keterangan persnya, Direktur Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran mengatakan, bahwa tersangka HP bukan hanya sekali menciptakan informasi hoax. Bahkan, kata Fadil, HP dapat membuat informasi hoax lebih dari sekali dalam sehari.

“Banyak diposting oleh tersangka yang bermuatan hate speech. Sehari bisa diposting tiga sampai lima kali informasi hoax yang disebarkan oleh tersangka melalui instagram,” ujar Fadil di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/5).

Fadil juga mengatakan, HP adalah satu dari 18 admin yang mengelola akun instagram muslim_cyber1. Dalam akun tersebut terdapat 12 ribu follower, sehingga apa yang dibagikan oleh HP kemungkinan akan viral di masyarakat.

“Tersangka tidak hanya memposting chat palsu, tapi banyak juga postingan tersangka yang mengandung unsur SARA dan menyebar kebencian,” tuturnya.

Lebih jauh Fadil mengatakan, HP tidak masuk ke dalam Ormas apapun, meskipun HP cukup rajin mengikuti aksi-aksi yang diselenggarakan beberapa Ormas. Selain itu, motif HP melakukan penyebaran berita hoax karena ingin membela ulama yang dia rasa dikriminalisasi.

“Motifnya menyebarkan berita hoax tersebut adalah karena dia akan membela ulama yang merasa dikriminalisasi. Kami tidak melarang siapapun untuk membela ulama, tapi siapapun yang menyebar kebencian akan kita tindak,” pungkasnya.