Polisi Ajak Awak Media Waspada dan Melawan Ujaran Kebencian

Suasana diskusi bulanan Pokja Wartawan Polda Metro Jaya, di Jakarta, Rabu (31/5). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, akhir-akhir ini kasus ujaran kebencian makin menjadi-jadi. Oleh karena itu, kepolisian mengajak awak media untuk bersama-sama memerangi hal tersebut dan memberikan informasi yang sesuai dengan fakta.

“Kepolisian, khususnya Humas, dengan para teman-teman wartawan sama. Saya mendapat informasi dari Polri kemudian saya sampaikan ke kalian, jadi apa yang diterima oleh masyarakat harus sesuai dengan Informasi sebenarnya” ujar Argo di diskusi bulanan Pokja Polda Metro Jaya, di Jakarta, Rabu (31/5).

Argo juga menjelaskan, pihaknya tengah gencar memerangi hate speech. Polisi, kata Argo, akan melakukan tindakan tegas bila ada yang terbukti melakukan ujaran kebencian.

“Jadi siapa yang melakukan hate speech kami akan menindak tegas sesuai dengan pasal yang berlaku” pungkasnya.

Sementara itu, Kanit V Direktorat Siber Bareskrim Polri AKBP Purnomo Hadi Suseno mengaku pihak Siber Polri mendapatkan banyak laporan terkait kasus ujaran kebencian. Bahkan, ujaran kebencian tersebut juga variatif.

“Ada yang laporannya diskriminasi ras, suku atau yang biasa kita sebut SARA dan banyak ujaran kebencian terhadap suatu tokoh misalnya,” tuturnya.

Ditemui di tempat yang sama, advokat Komaruddin Simanjuntak mengatakan, ujaran kebencian adalah tindakan provokasi, hasutan maupun hinaan kepada kelompok yang lain. Hinaan tersebut dapat berupa ras, warna kulit, etnis, gender, agama dan kewarganegaraan.

“Ujaran kebencian adalah perkataan, perilaku, tulisan, ataupun pertunjukan yang dilarang karena dapat memicu terjadinya prasangka, baik dari pelaku maupun korban sendiri,” tuturnya.

Simanjuntak juga mengatakan, dalam buku R. Susilo, yang dimaksud menghina adalah menyerang kehormatan dan nama baik seseorang. Selain itu menurutnya, ada enam jenis hinaan terhadap individu.

“Ada menista secara lisan, menista dengan tertulis, memfitnah, penghinaan ringan, mengadu secara memfitnah dan tuduhan secara memfitnah,” katanya.