Pemimpin ISIS Diberondong Peluru Pasukan Keamanan Tunisia

Pasukan Keamanan Tunisia.Foto The Telegrap
Pasukan Keamanan Tunisia.Foto The Telegrap

Tunisia, Sayangi.com- Pasukan keamanan Tunisia menewaskan seorang pemimpin ISIS yang merencanakan serangan pada bulan suci Ramadhan menurut otoritas negara itu pada Senin (29/5) waktu setempat.

Seorang pemimpin ISIS yang merencanakan serangan pada bulan suci Ramadhan menurut otoritas negara itu diberondong senapan Pasukan keamanan Tunisia.

Kementerian Dalam Negeri dalam pernyataannya tidak mengidentifikasi tersangka, namun menyatakan bahwa dia anggota utama ISIS dan “berbahaya” dan tewas dalam operasi pada Minggu malam yang dilancarkan oleh Garda Nasional dekat perbatasan Aljazair.

Sebelas surat perintah penangkapan juga sudah dikeluarkan untuk tersangka yang punya hubungan dengan “operasi teroris” menurut kementerian.

Juru bicara yudikatif Sofiene Sliti memberi tahu radio Shems FM bahwa tersangka adalah warga Tunisia yang dikenal sebagai Houssem Tlithi, yang lahir tahun 1997.

Tentara Tunisia berhasil memberondong pemimpin ISIS Tunisia Houssem Tlithi. Foto YouTube
Tentara Tunisia berhasil memberondong pemimpin ISIS Tunisia Houssem Tlithi. Foto YouTube

Kementerian Dalam Negeri Tunisia menyatakan tersangka menjadi buron sejak 2014 dan bersembunyi di daerah Gunung Salloum. Tempat ini dikenal sebagai tempat benteng pertahanan ekstremis.

Gunung Salloum dekat dengan Gunung Chambi,tahun 2014 telah menewaskan 15 tentara dalam serangan paling mematikan terhadap Angkatan Bersenjata.

Dilansir dari AFP (1/6) dalam operasi Minggu malam (28/5), ekstremis lain terluka dan senjatanya disita, termasuk di antaranya senapan Kalashnikov dan bahan yang digunakan untuk membuat sabuk peledak.

Kementerian Dalam Negeri menyatakan mereka sudah biasa dengan serangan “teroris” selama Ramadhan, bulan suci ketika orang-orang beriman tidak makan dan minum dari fajar sampai senja yang dimulai Sabtu (27/5) di sebagian besar negara.

Sejak revolusi tahun 2011, Tunisia menghadapi peningkatan serangan ekstremis yang menewaskan puluhan anggota pasukan keamanan dan 50 turis asing.

Sejak November 2015 Negara tunisia dalam keadaan darurat sejak November 2015, ketika bom bunuh diri yang diklaim oleh ISIS menewaskan 12 pengawal presiden.