Salah Sasaran, Serangan Udara Filipina di Marawi Tewaskan 11 Pasukan Sendiri

Marinir Filipina menaiki pesawat di Manila, untuk diberangkatkan menuju Marawi, Filipina selatan guna bertempur melawan militan Maute yang berafiliasi dengan kelompok ISIS, Kamis (1/6) /Foto: AP

Marawi, Sayangi.Com– Sebuah pesawat tempur Filipina yang menjatuhkan bom terhadap kelompok pemberontak di Kota Marawi, justru menewaskan 11 tentara Filipina dan mencederai tujuh lainnya dalam insiden “serangan salah sasaran” (friendly fire), saat pasukan pemerintah berjuang untuk mengusir militan yang telah melakukan pengepungan selama seminggu atas kota Marawi di Filipina bagian selatan.

Dikutip dari kantor berita Associated Press (AP), Kamis (1/6), otoritas militer Filipina menjelaskan bahwa insiden salah sasaran itu terjadi saat pesawat jet tempur Marchetti S-211 sedang melakukan serangan bom atas posisi militan di kota Marawi, Rabu (31/5). Sebuah bom justru menghantam tentara Filipina yang sedang mengepung para ekstremis yang berlindung di bangunan dan rumah, dalam sebuah pertempuran jarak dekat, kata juru bicara militer Brigadir Jenderal Restituto Padilla.

Pesawat itu telah melakukan tiga pemboman yang tepat sasaran, sebelum menjatuhkan sebuah bom yang justru mengenai posisi tentara Filipina.

Padilla mengatakan, militer Filipina telah memerintahkan penyelidikan terhadap serangan yang salah sasaran itu, yang mencerminkan kesulitan yang dihadapi oleh pasukan pemerintah untuk mengatasi pemberontakan, meskipun memiliki keunggulan dalam jumlah personil maupun persenjataan.

“Meskipun prosedur ketat telah diberlakukan, insiden seperti itu bisa terjadi bahkan di kalangan angkatan bersenjata terbaik, sebuah kasus serangan keliru yang justru menghantam pasukan kita sendiri,” kata Padilla, kepada Associated Press.

Panglima militer Filipina, Jenderal Eduardo Ano telah memerintahkan penyelidikan untuk mencegah terjadinya insiden lainnya, kata Padilla.

Pasukan pemerintah Filipina, yang didukung oleh lebih dari 30 pesawat tempur, terus maju menggempur posisi-posisi militan yang masih tersisa. 89 orang militan telah tewas dalam pertempuran sengit dan beberapa orang lainnya menyerah. Para militan yang menyerah memberikan informasi intelijen kepada militer.

Sementara di pihak pemerintah, sedikitnya 25 tentara dan lima polisi tewas dalam pertempuran di Filipina selatan itu.