Server Klinik Kecantikan Diretas, Ribuan Foto Bugil Pasien Tersebar

Foto pasien i klinik kecantikan Grozio Chirurgija (Foto: Mailonline)

Lithuania, Sayangi.com – Ribuan foto tanpa busana para pasien bedah kosmetik di Lithuania, Eropa Utara beredar luas setelah server di klinik kecantikan Grozio Chirurgija diretas. Tak hanya foto tanpa busana, data terkait paspor hingga data personal lainnya juga turut diretas.

Dilansir dari Daily Mail, Jumat (2/6/2017), pihak kepolisian Lithuania menyebut ada lebih dari 25 ribu foto pribadi dan informasi internal dari klinik tersebut telah diretas oleh peretas dengan sebutan Tsar Team. Aksi peretasan tersebut dilakukan sejak awal 2017.

Menurut Wakil Kepala Biro Polisi Pidana Lithuania, Andzejus Raginskis, aksi tersebut dilakukan secara bertahap. Para pelaku menyebarkan ratusan gambar pada Maret lalu dan melakukan pemerasan pada pasien. “Ini pemerasan, kami sedang membicarakan kejahatan serius,” ujarnya.

Tindakan pemerasan oleh Tsar berupa tuntutan uang tebusan kepada sejumlah klien yang berada di Jerman, Denmark, Norwegia, Inggris dan negara-negara Uni Eropa lainnya. Mereka diminta untuk membayar 2,000 poundsterling (setara Rp34 juta) supaya foto tanpa busana, data passport dan personal lainnya tidak dipublikasikan.

Tim Tsar juga meminta tebusan dari klinik tersebut sebanyak US$344 ribu (Rp4,5 juta) untuk mencegah penyebaran informasi. Meski demikian, pihak klinik yang telah berdiri sejak 2009 itu telah menolak dan meminta maaf kepada sejumlah pasien.

“Penjahat cyber adalah pemeras. Mereka memeras klien kami dengan pesan teks yang tidak pantas,” ujar Direktur klinik Grozio Chirurgija, Jonas Staikunas.

Dalam hal ini, kepolisian akan bekerjasama dengan dinas keamanan di negara-negara Eropa untuk mencari Tim Tsar. Mereka juga memperingatkan supaya pasien tidak mengunduh dan membuka sesuatu yang dikirimkan oleh pelaku.

Saat ditelusuri, akun Instagram resmi dari klinik yang dibuka sejak tahun 2009 ini memang mengunggah beberapa foto pasien yang dipublikasikan. Namun, foto tersebut diposting dalam potret tanpa kelihatan wajah atau kepala, dan bagian payudaranya-pun disensor. Namun demikian, para peretas memperoleh foto-foto pasien yang tengah menjalani prosedur kosmetik tanpa sensor.