Ini Penjelasan Amien Rais Terkait Tuduhan Terima Dana Korupsi Alkes Rp600 Juta

Prof. M Amien Rais /Foto: sayangi.com

Jakarta, Sayangi.com – Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais, menjelaskan seputar kabar dirinya menerima aliran dana terkait korupsi Alkes Kementerian Kesehatan tahun 2015 yang dikirim dari Yayasan Soetrisno Bachir sejumlah Rp 600 juta rupiah antara 15 januari sampai 13 Agustus 2007, seperti dikatakan Jaksa Ali Fikri di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (31/5).

“Langsung saya follow-up dengan menanyakan pada sekretaris saya tentang kebenarannya, berdasarkan rekening bank yang saya miliki,” kata Amien saat menggelar konferensi pers di Gandaria City, Jakarta Selatan, Jumat (2/6).

Dikatakan Amien, karena hal itu terjadi sudah 10 tahun lalu, dirinya segera merefresh memori perihal persoalan itu.

“Pada waktu itu Sutrisno Bachir mengatakan akan memberikan bantuan keuangan untuk tugas operasional saya untuk semua kegiatan, sehingga tidak membebani pihak lain,” terang Ketua Majelis Kehormatan PAN itu.

Amien menjelaskan, persahabatan dirinya dengan Sutrisno Bachir sudah terjalin lama sebelum PAN lahir pada 1998. Seingat Amien, sebagai entrepreneur atau pengusaha sukses waktu itu, Sutrisno selalu memberi bantuan pada berbagai kegiatan dirinya, baik kegiatan sosial maupun keagamaan.

“Mas Tris adalah tokoh yang sangat baik dan dermawan, sering membantu banyak pihak. Bahkan siapa saja yang mendapat bantuan dana dari SB (Sutrisno Bachir), saya tidak tahu. Saya pernah menanyakan pada SB, mengapa anda membantu berbagai kegiatan saya. Jawabnya: ‘Saya disuruh Ibunda saya untuk membantu Anda”. Jadi ketika dia menawarkan bantuan tiap bulan buat kegiatan operasional saya, saya anggap sebagai hal wajar,” beber Amien.

Lebih jauh Amien mengungkapkan, kalau kejadian sepuluh tahun lalu kini diungkap dengan bumbu-bumbu dramatisasi di media massa dan sosial, dirinya hadapi hal itu dengan jujur, tegas, apa adanya.

Amin menerangkan, hal itu terjadi tahun 2007, setelah 3 tahun dirinya tidak lagi menjadi pejabat (waktu itu Ketua MPR). Namun rupanya bantuan SB untuk kegiatan operasional dirinya yang berlangsung selama 6 bulan itu pada tahun 2007 itu kini menjadi salah satu topik berita yang sangat menarik dan harus dia ikuti secara tegas dan berani.

“Karena itu pada Senin mendatang saya akan berkunjung ke Kantor KPK, untuk menjelaskan duduk persoalannya, sebelum saya berangkat umroh pada 8 Juni ini. Kalau saya dipanggil KPK padahal saya masih umroh, saya khawatir dianggap lari dari tanggung jawab,” katanya.

Amien Rais (memegang microfon) saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Jumat (1/6)